HNW: Pemerintah Tindaklanjuti Saran MUI, Prioritas Pada Penanganan Corona

Hidayat Nur Wahid

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW)  mengapresiasi peran MUI dan organisasi keagamaan lainnya yang dalam beberapa waktu terakhir telah mem”fatwa”kan dan mengimbau umat masing-masing untuk berperan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan beribadah di rumah. 
Sehingga, pemerintah agar menindaklanjuti upaya dari berbagai organisasi keagamaan tersebut.

“Tidak efektif jika MUI dan yang lainnya sudah mengeluarkan fatwa atau panduan untuk fokus beribadah di rumah, sedangkan pemerintah tidak fokus membuat kebijakan yang efektif untuk mengatasi masalah Covid-19, yang oleh pemerintah dinyatakan sebagai bencana nasional non alam,” kata HNW dalam keterangannya, Senin (30/3).

Tidak hanya itu, ia juga menyarankan agar pemerintah segera mengikuti saran MUI agar memprioritaskan dan fokus mengatasi pandemi Covid-19.

Widget Situasi Terkini COVID-19

Tentunya, sambung dia, tidak membuat galau dan gaduh rakyat dengan program-program tidak prioritas seperti pembangunan atau pemindahan ibukota.

“Baik para pemuka agama hingga pemerintah daerah sudah berupaya sekuat tenaga mencegah dampak terburuk dari Covid-19. Maka supaya segala upaya itu efektif dan tidak sia-sia, agar pemerintah segera lakukan lockdown total atau pun lokal sesuai pertimbangan para ahli,”papar politikus PKS itu.

“Anggaran yang tidak urgent seperti trilyunan anggaran kementerian untuk kunjungan dinas yang tak urgent, sebagaimana pernah disebut presiden Jokowi, agar segera direalokasi untuk fokus atasi teror Covid-19, dengan segera mengajukan perubahan APBN ke DPR,” sebutnya.

Tidak terkecuali, imbuh HNW, anggaran pada proyek ibukota baru, yang tidak ada dalam janji kampanye agar tidak mengalahkan fokus pemerintah dan APBN-nya untuk selamatkan Rakyat dan NKRI dari teror Covid-19. 

“Bila memang ada anggaran-anggaran tersebut, agar direalokasi untuk fokus menopang kesehatan dan kesejahteraan Rakyat selama bencana nasional Covid-19 ini,”pungkasnya.