Kediri Panen Raya Padi dan Jagung Maret Hingga April

MONITOR, Kediri – Provinsi Jawa Timur sebagai sentra produksi padi nasional mulai melakukan pake di beberapa Kabupaten. Salah satunya di Kediri, panen raya di bulan Maret sampai April 2020 perkiraan ada seluas 16.896 hektar padi siap panen dengan rincian 8.201 hektar bulan Maret dan 8.695 hektar di bulan April.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo saat diwawancara via telepon Sabtu (28/3).

“Dari 26 kecamatan yang ada di Kediri ini, wilayah terluas penyumbang produksi padi ada di Kecamatan Purwoasri dan Mojo, produktivtasnya kan sekitar 6,11 ton/hektar dan kalau untuk harganya yang kering giling masih bagus sekitar Rp 5.200 per kg,” ujar Anang.

Pun demikian dengan jagung, bulan Maret April ini diperkiraan luas panen 7.871 hektar dengan provitas rata-rata 6,69 ton/hektar. “Kalau untuk jagung ini paling luas ada di Kecamatan Banyakan seluas 1.673 hektar,” sebut Anang.

Anang meyakinkan kondisi pertanaman masih tetap seperti biasa. “Petani masih pergi ke sawah, tidak ada yang berubah semenjak adanya kondisi wabah corona saat ini, mereka tetap menjaga pangan lanjut terus, jadi masyarakat tenang saja kebutuhan pangan masih aman dan tercukupi,”ujarnya.

Petugas di lapangan juga tetap memantau dan melaporkan secara harian luasan tanam maupun panen. “Kami tetap berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan kegiatan produksi masih tetap berjalan,” yakin Anang.

Sebagai informasi luas panen padi tertinggi diperkirakan akan terjadi bulan April. Untuk Provinsi Jawa Timur perkiraan bulan Maret ada panen seluas 328 ribu hektar dan bulan April 433 ribu hektar. Sampai dengan bulan Mei 2020 total diprediki sekitar 900 ribu hektar luas panen padi di JawaTimur.

Senada dengan hal tersebut, Gatut Sumbogodjati Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan mengatakan Kementan mulai bergerak untuk melindungi petani saat panen raaya. “Ada gerakan Komando Strategi Penggilingan Padi atau disebut Kostraling yang dicanangkan Bapak Mentan SYL awal tahun ini. Hal ini sebagai langkah memberikan jaminan perlindungan harga bagi petani,” sebutnya.

Pemerintah bekerjasama dengan Lembaga Keuangan baik bank maupun non bank memberikan kesempatan pinjaman modal dengan bunga rendah seperti KUR kepada penggilingan padi terutama penggilingan padi kecil guna membeli gabah petani untuk diproses menjadi beras dan dijual disaat tertentu. Pembelian gabah oleh penggilingan padi tersebut dengan harga sesuai HPP saat harga gabah di bawah HPP. Dengan demikian petani masih menerima harga yang baik.

Pada intinya Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga produksi pangan bagi 267 juta jiwa. “Apalagi pada kondisi seperti ini, pertanian menjadi tumpuan perkonomian, kita harus bisa memastikan dan meyakinkan ke publik bahwa stok pangan kita cukup, tetap harus hati-hati namun jangan sampai kita tidak produktif,” pungkas Gatut.