MEGAPOLITAN

Tangani Covid-19, Dinkes Depok Akui Kesulitan Penuhi APD

MONITOR, Depok – Dinas Kesehatan Kota Depok mencari suplai Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang menangani pandemi virus Corona.

Kebutuhan harian APD di RSUD Kota Depok sekitar 25 unit, jika pandemi ini berlangsung sebulan maka diperkirakan harus disiapkan 750 unit APD. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan untuk puskemas di tiap kelurahan.

“Kami sudah order 1000 unit pertama, sudah kontak semua suplaer tapi belum dapat juga karena barangnya memang lagi susah. Uang tanggap bencana sudah turun kok,” kata Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita, kepada Monitor.co.id, Sabtu (28/3/2020).

Jumat malam Dinkes telah menerima jatah APD penanganan Covid-19 dari Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna sebanyak 50 unit.

“Pagi tadi sudah disalurkan ke RSUD 25 unit dan sisanya jadi stok di Dinkes, untuk disalurkan kepada yang darurat membutuhkan,” jelas Novarita.

Sementara itu, Pradi, Ketua DPD Gerindra Kota Depok berinisiatif menelpon Menteri Kesehatan Dr. Terawan menanyakan jatah Masker dan APD untuk penanganan Corona di Depok.

Dalam koordinasi itu, Pradi memutuskan datang sendiri menjemput barang-barang langka itu untuk segera dibagikan kepada tenaga kesehatan di Depok.

Inisiatif Pradi datang dan mengambil sendiri jatah masker dan APD Kota Depok, patut diacungi jempol. Ini untuk memutus jalur birokrasi yang panjang, karena jatah APD itu biasanya harus melalui ke provinsi kemudian baru ke tingkat kota dan kabupaten.

Novarita berharap pandemi Corona ini tak berlarut-larut, sebab dengan kelangkaan APD para tenaga medis yang berhadapan dengan Corona makin terancam.

“Kami masih mencari APD, tolong kalau masyarakat mau membantu kami diberikan APD dan langsung akan kami bagi ke tenaga kesehatan,” ujar Novarita.

Recent Posts

Kebuntuan Arah Pembangunan Indonesia di Tengah Distorsi Program Populis dan Keterpurukan Moneter

Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…

2 jam yang lalu

Benarkah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Baru? Ahli Epidemiologi UIN Jakarta Beri Penjelasan dan Imbauan Penting

MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…

3 jam yang lalu

55 Juta Peserta BPJS Tak Aktif, Komisi IX DPR Minta Tunggakan Iuran Rakyat Miskin Segera Diputihkan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…

6 jam yang lalu

UU Polri Atur Penguatan Peran Kompolnas, Legislator: Dukung Pengawasan Eksternal Bagi Kepolisian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…

6 jam yang lalu

Komisi XI DPR: UU P2SK yang Baru Perkuat Tata Keuangan RI di Tengah Kemajuan Zaman

MONITOR, Jakarta - DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan…

6 jam yang lalu

Warga Sangihe Terisolasi Akibat Gempa Dahsyat di Sulut, Puan Dorong Ketangguhan Bencana di Pulau Terluar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa…

6 jam yang lalu