IPW Desak Bareskrim Tindak Kasus Penipuan Penjualan Masker dan APD Online

Neta S. Pane

MONITOR, Jakarta – Upaya masyarakat untuk melindungi diri dari penyebaran virus Corona terus dilakukan, termasuk mencari alat pelindung diri (APD) yang saat ini mulai langka keberadaannya, seperti masker.

Kebutuhan yang meningkat dan langkanya barang membuat kondisi ini diperburuk dengan adanya oknum penjual masker dan APD yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dengan cara menipu para calon konsumennya.

Hal itu seperti yang dialami wanita berinisial S (34) yang diduga menjadi korban penipuan pembelian masker via online.

Widget Situasi Terkini COVID-19



Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak agar Bareskrim Mabes Polri memaksimalkan patroli cyber untuk mencermati para penjual masker dan ADP online dan mendatanya secara siber.

“Begitu ada masyarakat yang menjadi korban penipuan, patroli siber pun harus langsung memburu dan memblokir rekeningnya serta menangkap pelakunya,” kata Neta saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (26/3).

Tidak hanya itu, Neta juga meminta agar Bareskrim menyampaikan data penangkapan terhadap para pelaku penipuan yang telah dilakukan kepada masyarakat.

Tujuannya, sambung dia, agar masyarakat memiliki pertimbangan dan kewaspadaan saat melakukan transaksi melalui siber.

“Dalam kondisi sekarang ini dimana masyarakat masih panik menghadapi isu penyebaran Corona, cyber crime perlu mengumumkan sudah berapa banyak para pelaku penipu penjualan online masker dan ADP yang mereka tangkap,” ucapnya.

“Tujuannya agar masyarakat makin waspada dan pada pelaku jera,” tegas dia.

Dalam kesempatannya itu, Neta menyebutkan modus penipuan yang dilakukan meminta para calon korbannya untuk mentransfer uang muka pemesanan. Begitu uang dikirim, barang tidak kunjung tiba.

“Dalam kondisi seperti ini masyarakat harus ekstra hati- hati agar tidak diperdaya oleh para penipu. Kuncinya ada di masyarakat agar tetap waspada dan tidak muda terpedaya,” pungkasnya.