Tim DMC Dompet Dhuafa Sterilisasi Ponpes Darul Munir Bekasi

MONITOR, Bekasi – Dompet Dhuafa terus berikan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan ke berbagai fasilitas umum. Setelah setelah selesai melakukan sterilisasi di Masjid Al Jihad, Ciputat pada Sabtu, Vihara Avalokitesvara, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan hingga Gereja Santo Tomas, di Pondok Labun dan berlanjut di LRT, gedung sekolah, pemukiman warga dan beberapa perkantoran, hari ini Sabtu (21/3) tim Disaster Management Center (DMC) melakukan sterilisasi di Pondok Pesantren Darul Munir, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

“Lokasi ini memang penting sekali karena selain aktivitas pendidikan juga aktivitas keagamaan bagi warga sekitar, maka itu untuk mencegah penyebaran virus Corona di kalangan santri dan warga sekitar kami berikan sterilisasi dengan cara penyemprotan desinfektan. Kami semprotkan seluruh ruangan hingga masjid di lingkup Pondok Pesantren Darul Munir hingga sore ini”, ujar Eka Suwandi selaku Penanggung Jawab DMC Dompet Dhuafa.

“Alhamdulillah ini pertama kalinya Pondok Pesantren kami Darul Munir dilakukan sterilisasi penyemprotan desinfektan, sampai saat ini baik dilingkungan sekitar maupun ponpes sendiri belum diadakan sterilisasi, dengan ini kami menguncapkan syukur dan terima kasih atas relawan DMC Dompet Dhuafa yang telah datang memberikan sterilisasi untuk Cekal (Cegah Tangkal) Corona. Semoga dengan di semprotkan desinfektan pada pondok kami, santri maupun warga sekitar dapat merasakan keamanan dari virus corona”, ujar Ustadz Ghozi selaku Pengurus Pondok Pesantren Darul Munir.

“Tim DMC Dompet Dhuafa melakukan penyemprotan desinfektan dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap dan sesuai standarisasi dinas kesehatan. Selain itu cairan yang digunakan merupakan bahan-bahan yang aman bagi manusia, seperti Alcohol, H2O2, Gliserol, Aquabides, serta Pewangi”, lanjut Eka Suwandi.

Perlengkapan tim DMC Dompet Dhuafa tidak lepas peran dari Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, dalam inisiatif untuk membuat cairan desinfektan dan hand sanitizer, di tengah kelangkaan akan kebutuhan tersebut. Hal itu dilakukan demi menunjang kebutuhan medis, paramedis, karyawan, para relawan kesehatan Dompet Dhuafa, serta tentunya untuk pengunjung RS Kartika Pulomas.

“Dengan di dukung oleh tenaga yang berpengalaman dan profesional di bidang farmasi, kami melakukan hal sesuai protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO (World Health Organization) untuk mengendalikan penyebaran infeksi Corona atau Covid-19 ini. Salah satunya dengan membuat cairan desinfektan”, aku dr. Wahyu, Direktur Utama RS Kartika Pulomas.

 “Sebagai komposisi meramu disinfektan dan hand sanitizer, kandungannya ada alcohol 96%, H2O2 3%, Gliserol 98%, Aquabides, serta Pewangi sebagai tambahan jika dibutuhkan”, terang Rifatul, Tim Siaga Kesehatan Rumah Sakit Kartika Pulomas dengan Alat Pelidung Diri (APD).

“Ini kita buat misalnya 1 liter. Kita siapkan alcohol 96% sebanyak 833 ml, H2O2 3% sebanyak 41,7 ml, Gliserol 98% sebanyak 14,5 ml, serta pewangi 5 ml. Kita campurkan dalam aquabides 1 liter tersebut, kemudian diaduk. Jika kita buat lebih dari 5 liter, sebaiknya di diamkan terlebih dahulu pada sebuah wadah steril selama 72 jam (3 hari), dan usahakan agar tidak terkontaminasi. Kemudian jadilah sebuah cairan disinfektan dan hand sanitizer”, lanjut Rifatul.

Cairan desinfektan dan hand sanitizer bermanfaat sebagai antiseptic pada tangan. Dapat membunuh kuman dan bakteri yang mudah menempel agar mencegah tumbuh kembang virus khususnya Corona.