Selain Corona, DBD Juga Bikin Was-Was Warga Depok

Foging jentik nyamuk (Foto: Hendrata Yudha)

MONITOR, Depok – Selain ancaman virus Corona, Warga Depok Warga Kota Depok juga was-was dengan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Apalagi saat ini pemerintah sedang fokus pada ancaman virus Corona.

Minggu pagi (20/3/2020) penyemprotan nyamuk DBD dengan cara fogging, dilakukan warga Perumahan Depok Mulya 1, Beji, Depok. Fogging ini dilakukan secara mandiri, karena permintaan serupa kepada Dinas Kesehatan Pemkot Depok belum terlaksana.

“Yang saya dapat info, permintaan fogging diprioritaskan kepada kawasan yang sudah ada positif penderita DBD. Kami fogging mandiri saja, masak harus nunggu warga saya terkena dulu baru dilayani,” kata Agung Arsbinco, Ketua RT 04/15, Beji, Depok, Jawa Barat.

Apa yang disampaikan Agung ini ada benarnya. Di tengah ancaman virus Corona, sebenarnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih jadi momok bagi Kota Depok..

Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok per awal Maret 2020, gigitan nyamuk aedes aegypti telah menjangkiti 288 warga dan menyebabkan tiga di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita menyebut, saat ini telah ada 3 orang meninggal dari 288 kasus demam berdarah dengue ( DBD) yang tercatat Pemerintah Kota Depok sejak 1 Januari 2020.

“Ada 288, yang meninggal 3. Penyebaran di semua kecamatan ada,” ujar Novarita kepada wartawan pada Jumat (13/3/2020).

Ia menjelaskan, 3 dari 11 kecamatan di Depok, masuk kategori zona merah DBD, yaitu Sawangan, Pancoranmas, dan Cimanggis.