Karena Corona, Isu Pedagang Dilarang Berjualan Berhebus di Kota Depok

Ilustrasi: Pedagang Sayuran Keliling di Kota Depok

MONITOR, Depok – Isu larangan beraktifitas di luar rumah selama ancaman virus Corona ternyata menjadi isu liar. Sudah beberapa hari ini, sejumlah pedagang sayur keliling menyampaikan mereka akan dilarang berdagang.

Satu dua hari ini, isu bakal ada penutupan aktivitas jual beli di pasar, makin kencang. Seorang pedagang sayur keliling yang bisa berkeliling di Beji menyampaikan, Pasar Kemiri Muka mau ditutup sama Pemkot Depok.

“Saya Cuma dengar saja begitu, mau ditutup. Saya sendiri bingung kalau gak bisa jualan, mau makan apa nantinya,” ujar Yu Sumiati, pedagang sayur itu kepada redaksi.

Minggu sore (22/3/2020) pedagang beras di Jalan Asmawi, Kelurahan Beji, Depok, Jawa Barat, bergunjing kalau Pasar Induk Beras Cipinang akan ditutup.

“Iya pak saya dapat info Pasar Induk Beras Cipinang mau ditutup, karena takut virus Corona. Kami disuruh stok beras yang banyak, kalau mau jualan terus, “ kata seorang pedagang beras, di depan Perumahan Depok Mulya 1, Beji.

Berita yang masih berupa “khabar burung” itu sulit dikonfirmasi. Ketika dikejar dari siapa informasi penutupan didapat, pedagang itu tak bisa menjelaskan sumbernya.

“Ya katanya begitu, kata orang Cipinang,” tuturnya.

Di tengah ancaman penyebaran virus Corona, isu akan menghilangnya aktivitas penjualan sembako tidak boleh dianggap enteng. Jika tidak diredam, akan membuat masyarakat tambah panic.

Sebelumnya, Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, sejak 17 hingga18 Maret lalu, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sembako di beberapa pasar modern. Dari hasil pemantauan tersebut, stoknya masih mencukupi.

“Hasil pemantauan di pasar modern dan pasar rakyat, ketersediaan dan suplay bahan pokok aman. Hanya saja ada beberapa gerai yang persediaan gula pasirnya menipis,” kata Zamrowi, Sabtu, (21/3).

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari juru bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana.