Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi (dok: Satria Sabda Alam/ Monitor)
MONITOR, Jakarta – Menyebarnya virus Corona atau Covid 19 ke Indonesia membuat masyarakat panik. Sebagian besar khawatir jika kondisi tersebut akan mempengaruhi ketersediaan pangan nasional.
Hal demikian tak luput dari pantauan Dedi Mulyadi, selaku Wakil Ketua Komisi IV DPR. Dedi mengatakan, misalnya wilayah Bangka Belitung, untuk saat ini hingga tiga bulan kedepan persediaan beras dipastikan masih aman.
Akan tetapi, lanjut Dedi, pihaknya meminta agar Perum Bulog tetap mengantisipasi seluruh kebutuhan pokok baik secara regional maupun nasional.
“Mau tidak mau dan siap tidak siap akan menghantui sistem ketahanan pangan Indonesia, mengingat sebagian besar bahan baku dan pangan sadalah impor,” ujar Dedi dalam keterangannya, belum lama ini.
Selain itu, Legislator dari Fraksi Golkar ini meminta agar Bulog menghitung berapa kebutuhan pokok rakyat Indonesia dalam setahun ke depan. Kemudian, berapa yang biasa diproduksi dalam negeri, berapa yang impor. Selanjutnya, impor itu dari negara mana, tingkat risiko impornya itu seberapa besar.
“Sehingga sudah bisa diantisipasi oleh kita ketersediaan kebutuhan pokoknya, kalau impornya misalnya digeser ke negara mana atau kemudian apa yang bisa kita tanam sekarang untuk memenuhi kebutuhan itu, dan saya pikir sudah bisa dihitung dari sekarang,” pungkasnya.
MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…
MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…
MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…
MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…