Cara Jitu Membangun Desa ala Wamendes; Libatkan Anak Muda

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi memaparkan cara jitu membangun sebuah desa, salah satunya yaitu pemerintah daerah khususnya kepala desa harus melibatkan anak muda karena cenderung kaya ide dan kreatif.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan rombongannya, dalam rangka berkonsultasi mengenai pembangun desa di kabupaten yang berjuluk kota knalpot tersebut.

“Karena idenya banyak dan out of the box, ini bukan kita berarti mengesampingkan peran orang tua ya,” kata Budi Arie di kantornya, Kalibata, Jakarta, Senin (03/03).

Widget Situasi Terkini COVID-19

Wamen Budi Arie melanjutkan, cara yang kedua adalah harus cerdik memanfaatkan dana desa yang sudah digelontorkan pemerintah pusat. Kepala desa jangan asal belanja atau membangun tanpa memikirkan hasil jangka panjangnya.

Menurutnya, dana desa yang nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun itu harus digunakan sebagai penggerak masyarakat desa. Kepala desa juga harus pintar melihat potensi desa masing-masing untuk dikembangkan dan dieksplor untuk kepentingan warganya.

“Dana desa itu jangan hanya dimaknai transfer sosial, tapi dimaknai sebagai penggerak. Karena dana desa ini filosofinya adalah instrumen distribusi keadilan,” imbuhnya.

Wamen Budi Arie kembali menekankan agar kepala desa dapat memanfaatkan dana desa dengan baik dan benar, jangan sampai asal menggunakan apalagi diselewengkan untuk kepentingan pribadi atau keluarga dan kelompok tertentu.

“Siapa yang membegal dana desa berarti membegal rakyat, dana desa untuk rakyat bukan untuk kepala desa, kalau rakyatnya makmur pasti kepala desanya makmur

Dengan demikian, apabila dana desa sudah dimanfaatkan dengan baik dan benar maka warganya akan makmur, apabila masyarakat desa makmur maka secara otomatis Indonesia sakan menjadi negara yang maju.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi juga memberi kesempurnaan terhadap 8 kepala desa yang ia bawa untuk memaparkan potensi desa masing-masing. Wamen Budi Arie mengaku tertarik dan ingin melihat langsung untuk memastikan potensi desa di Purbalingga.