Sekjen DPD Dikukuhkan Sebagai Penasehat PP Pordasi

MONITOR, Jakarta – Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) masa bakti 2020-2024 sekaligus Rapat Pleno PP Pordasi Tahun 2020 di Ballroom Hotel Borobudur, berlangsung, pada Jumat (29/2) dihadiri sejumlah pejabat dan tamu terhormat.

Dalam sambutannya Menteri Pemuda dan olah raga (Menpora) Zainudin Amali berharap agar berkuda dapat memberikan kebanggaan dan menorehkan prestasi dalam gelaran kejuaraan-kejuaraan internasional di dalam dan luar negeri.

“Dengan banyak kejuaraan internasional maka bukan hanya prestasi yang didapat tapi juga sport tourism dan sport industry. Kemenpora telah mulai dengan sport science. Tanpa sport science kita tidak bisa berbicara banyak,” kata Menpora. 

Menpora juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden,  Indonesia mengikuti bidding Olimpiade 2032, jangan sampai Indonesia hanya menjadi EO dan peserta saja, tetapi mesti juga mampu berprestasi. 

“Kami harap cabor berkuda bisa memberikan kebanggaan dan prestasi. Sebisa mungkin menggelar kejuaraan-kejuaraan internasional di dalam negeri,”sebut politikus Golkar itu.

Dari sejumlah tokoh nasional, khususnya cabor berkuda, tampak Sekjen DPD RI Reydonnyzar Moenek duduk di jajaran pengurus inti PP Pordasi. Pria berkumis tebal asal Minangkabau ini ternyata dipercaya sebagai Penasehat PP Pordasi bersama Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, Setyono Djuandi Darmono, Tomy Winata, Anita Ratna Sari Tanjung, dan Laksda TNI (Purn) Fritzs Mantiri.

Ditemui seusai pelantikan itu, Donny Moenek, demikian sapaan akrabnya mengaku telah lama berkecimpung dalam dunia olah raga berkuda semenjak kecil. 

“Ayah saya, J Moenek dulu merupakan Kepala Pejawat Kehewanan di Sumatera Tengah. Tahun 1958, ia pemilik peternakan kuda di Padang Mangateh. Pada masa itu, banyak peternak kuda yang datang ke Padang Mangateh, mereka belajar cara beternak kuda pada ayah. Termasuk peternak dari Aceh, Jawa, dan Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Donny menceritakan bahwa kepindahan keluarganya ke Jakarta semakin membuat bisnis berkuda yang dirintis ayahnya semakin berkembang. J Moenek bersama sejumlah pengusaha kuda lantas mendirikan Djakarta Racing Management.

“Tak lama kami punya peternakan kuda sendiri dengan nama J Moenek Stable di Pulo Mas. Koleksi kuda ayah sangat banyak. Rata-rata kuda pilihan, bibit unggul, peranakan Australia dan Inggris. Jenisnya Thouroughbred. Mantan Presiden Barrack Obama, waktu kecilnya sering datang ke peternakan kami. Melihat-lihat kuda,” kenang Donny.

Masih dikatakan dia, bahkan beberapa kuda milik ayahnya kerap memenangkan balapan kuda. “Red Rival, Temple Dance, Revolving, dan Saldivar. Itu nama kuda-kuda top milik ayah. Yang menjadi saingan berat adalah kuda-kudanya milik Presiden Soeharto, salah satu namanya Maruto. Saking hobinya berkuda, orang dulu memanggil ayah saya Profesor J Moenek lantaran dirinya yang mengerti dan pintar sekali soal kuda. Karena ayah itu dokter hewan. 

Dia melatih dan merawat sendiri kuda-kudanya. “Jadi kalau orang-orang mau beli kuda bagus, pasti bertanya pada ayah saya. Kalau ada kejuaraan berkuda di dalam dan luar negeri, J Moenek tampil sebagai sponsor,” terang Donny dengan penuh semangat.

“Nah, tentang tradisi pacu kuda ini, saya tadi sudah katakan pada Ketum PP Pordasi, Ibu Triwatty Marciano, agar tradisi pacu kuda ini agar terus digelorakan. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang telah menggelar budaya pacu kuda dalam setiap pesta adat.”

“Terutama di Sumatera Barat, hampir di setiap daerah punya gelanggang pacu kuda,” pungkas Donny yang menjadi PJ Gubernur Sumatera Barat 2015-2016 ini.