Festival Warga Puri Bali Depok, Ajang Pamer Produk Kreatif dan Pertunjukan Seni

MONITOR, Depok – Perumahan Tamansari Puri Bali Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok mengelar festival warga. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan semarak.

Acara tersebut merupakan ajang untuk memamerkan produk kreatif hasil produksi masing-masing. Tidak hanya itu, kemeriahan festival ini juga dirasakan anak-anak yang meramaikan jalannya acara.

Sejak Sabtu (29/2) kemarin, tepatnya pukul 07.00 pagi keramaian warga sudah terlihat. Stan pameran produk kreatif antar banjar (kluster) menarik perhatian warga. Begitu pun juga bazar yang menampilkan beragam produk olahan makanan, alat tulis, buku, kerajinan tangan, tanaman hias, produk elektronik, buku, dan produk otomotif. Tidak disangka transaksi bisnis di ajang ini cukup bernilai.

“Sejak awal buka sampai jam 13.00 ini, kami biss jual Rp 500.000 dari buku.. Tingkat penjualan ini lumayan bagus dibanding dengan sejumlah ajang pameran lain. Ini belum termasuk penjualan produk di luar buku,” kata Yanto, penjaga stan produk Penerbit Buku Kompas di lokasi festival.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung bazar adalah kelapa bonsai, produk tanaman hias yang dipamerkan warga Banjar Panelokan. Pembuatan bonsai ini dengan pendampingan kominitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) ini memakan waktu sekitar satu tahun dari bahan mentah hingga jadi. Adapun harga tanaman kelapa mini ini mulai dari Rp 250.000 hingga di atas Rp 1 juta.

“Itu tergantung keindahan dan tingkat kesukitan proses pembuatannya,” kata Abdul Hamid, pegiat komunitas BKI.

Adapun di sektor kuliner, warga menyajikan berbagai olahan makanan siap konsumsi hasil kreativitslas warga. Salah satu kuliner hasil kreativitas itu adalah soto udang karya warga Banjar Amlapura. Soto ini mirip masakan soto medan, namun dilengkapi dengan udang utuh sebesar dua jempol orang dewasa. Udang jenis lobster dan peci ini nongkrong di atas permukaan soto yang diijual Rp 25.000 hingga Rp 35.000 seporsi.

Di rangkaian acara, keseruan berlangsung saat masing-masing peserta unjuk kemampuan mereka. Sebagian ikut lomba mewarnai, lomba tarian, olahraga beladiri, kemampuan menguasai alat permainan, serta peragaan busana. Sorakan orangtua membuat suasana semakin cair dan meriah.

Hariri, Ketua RT 004/ RW 12, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari bangga dengan partisipasi warga. Paling tidak ada 25 stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lingkungan perumahan dan luar kompleks yang ikut festival.

Acara dengan tajuk “Tetangga Adalah Saudara Terdekat” ini digelar dengan tujuan untuk merekatkan hubungan sosial antar warga. Paling tidak, ada 1.000 warga yang berpartisipasi mengikuti jalannya acara.

Alip Nuryanto, Ketua Panitia Festival Warga mengharap acara seperti lebih sering digelar. Selain mempererat hubungan antar warga, acara seperti ini bisa menggerakkan perekonomian warga. Selama dikerjakan bersama-sama, acara seperti ini dapat digelar lebih sering.

Festival warga ini sebenarnya serah terima jabatan pengurus RW 012 dan delapan pengurus RT di bawahnya. Format acara sengaja dibuat berbeda karena keinginan warga agar ada suasana baru. Alip puas, semua jadwal acra berjalan lancar hingga akhir. Dia yakin, acara serupa dapat digelar lagi tanpa harus menunggu serah terima jabatan pengurus warga. “Anak-anak senang, orangtua juga senang,” kata Alip yang juga pengurus RW 012.

Ketua RW 012 Mulyono mengapresiasi antusiasme warga yang berpartisiapasi. Ke depan, Mulyono menginginkan kegiatan ini dapat digelar dengan melibatkan warga lebih banyak. Jika ada banyak pihak yang partisipasi, Mulyono yakin menggelar acara seperti ini tidak terlalu berat.

Acara yang disiapkan sekitar satu bulan ini lebih banyak mengandalkan jnisiatif warga. Komunikasi sesama panitia lebih banyak dilakukan melalui aplikasi percakapan Whatsapp. Adapun penggalangan dana dan dukungan acara dilakukan dari sponsor, bantuan warga, dan sumber-sumber lain. Warga RW 012 merasakan, festival ini berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. “Dalam bertetangga, yang penting menjaga silaturahmi antar warga,” kata Mulyono.

Mewakili unsur pemerintah, Lurah Curug, Kecamatan Bojongsari, Juanda menilai acara ini berdampak positif bagi warga. Belakangan, jarang sekali warga menggelar acara yang melibatkan banyak pihak Konsep “Tetanggaku Adalah Saudaraku” sudah tepat untuk situasi saat ini. Masyarakat luas perlu disatukan dalam sebuah kegiatan yang positif. Sejauh yang dia ingat, acara festival semacam itu sudah lama tidak digelar.

“Festival ini dapat mencairkan hubungan antar warga. Tidak hanya di dalam satu kompleks perumahan, melainkam juga memupuk hubungan warga lain di luar kompleks. Salut untuk semua pihak yang terlibat dalam acara ini,” kata Juanda.