Pengamat Politik Rocky Gerung (dok: DPP PKS)
MONITOR, Jakarta – RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja menuai sorotan dari pengamat politik Rocky Gerung. Dalam sebuah forum diskusi yang digelar PKS, Rocky mengatakan RUU ini telah mengkhianati gagasan nawacita Presiden Jokowi.
Bahkan, ia menimbang RUU ini kedepannya akan menguntungkan pihak mana terkait investasi, hingga persoalan impor.
“Jika undang-undang ini disahkan, minggu pertama, siapa yang dapat pertama kuota impor? Minggu kedua, siapa yang dapat surat rent seeking, cari rente dalam investasi itu. Mudah sekali. Siapa? Ya dia dia juga. Itu jalan pikirannya,” ujar Rocky Gerung di Aula DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (24/2) kemarin.
Menurut Rocky, keberadaan RUU ini justru telah menghina manusia dan kesejahteraan serta menghina rasa keadilan. Ia menilai yang terjadi di Istana adalah ketidakruntutan argumentasi. Menteri yang lain bilang itu untuk melindungi buruh, sementara staf bilang untuk memanjakan investasi.
“Jadi ada saling amputasi di dalam kabinet. Itu menunjukkan dari awal memang, undang-undang ini disembunyikan intinya. Lalu diajukan dalam suasana kedaruratan seperti ini dan kita dipaksa untuk berargumentasi,” terangnya.
MONITOR, Jakarta - Kabar baik datang bagi Timnas Indonesia. Dua pertandingan yang telah dilalui di…
MONITOR - Analis Sosial Politik dan Komunikasi Kebijakan Publik Syukron Jamal mendukung dan mengapresiasi gerak…
MONITOR, Jakarta - Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak…
MONITOR, Jakarta - Pada hari Rabu, 02 April 2025 atau H+1 Idulfitri 1446H, Jasamarga Metropolitan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal…
Oleh: Ahmad Zainul Hamdi Setelah takjil dan shalat maghrib berjamaah, kami makan bersama mengelilingi sebuah…