Polemik Salam Pancasila, PSIP Sebut Pemahaman Kepala BPIP Masih Primitif

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi (dok: satu harapan)

MONITOR, Jakarta – Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP) Ma’mun Murod mengatakan usulan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi, menyoal Salam Pancasila adalah hal yang primitif. Ia mengatakan, pemahaman tersebut hanya menunjukkan sebatas jargon dan tidak membumikan nilai-nilai Pancasila.

Sebagaimana diketahui, Yudian mengungkapkan persetujuannya atas pengubahan kalimat salam ‘Assalamualaikum’ yang biasa digunakan umat Muslim, dengan Salam Pancasila.

“Assalamu’alaikum diganti Salam Pancasila, juga cerminan dari seorang Kepala BPIP yang masih primitif memahami Pancasila sebatas sebagai jargon dan tak berusaha membumikan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Ma’mun Murod saat dihubungi MONITOR, Senin (24/2).

Widget Situasi Terkini COVID-19

Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini mengatakan, apabila ingin membumikan Pancasila, maka BPIP perlu melakukan pengawasan terhadap penyelenggara negara, termasuk kebijakan yang ditelurkan pemerintah.

“Kalau kepala BPIP mau membumikan Pancasila, awasi itu para penyelenggara negara, apakah selama ini kebijakan-kebijakannya sudah sejalan dengan Pancasila atau belum?” cetusnya.

Lebih jauh, ia pun mempertanyakan apakah praktik politik, hukum dan ekonomi Indonesia saat ini sudah sejalan dengan implementasi nilai-nilai dari Pancasila.

“Apakah politik kita sudah sejalan dengan pancasila? Apakah praktek perekonomian kita sudah sejalan dengan Pancasila? Apakah hukum kita sudah sejalan dengan Pancasila?” pungkasnya.