Ketua PP GP Ansor: Kader Harus Siap Hadapi Kelompok Radikal dan Intoleran

Ketua PP GP Ansor Bidang Kaderisasi, Ruchman Basori saat mengisi PKL PW GP Ansor Jawa Barat (Foto: Istimewa)

MONITOR, Purwakarta – Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Bidang Kaderisasi, Ruchman Basori mengatakan tantangan yang dihadapi kader Ansor kian hari kian komplek, terutama dalam menghadapi gerakan trans nasional, kelompok radikal dan intoleransi.

“Tidak saja kecakapan leadership yang harus dimiliki, kader Ansor harus memahami wawasan global dan posisioning peta gerakan Islam yang saat ini sedang berkontestasi di Indonesia”, kata Ruchman saat memberikan materi Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) PW Ansor Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Hikamus Salafiyah Cipulus, Wanayasa Purwakarta, Jumat (21/02).

Ruchman berharap agar kader Ansor untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjalankan perannya sebagai aktivis gerakan, memipin orgaisasi dan menajamkan perannya di masyarakat.

“Melalui PKL akan tumbuh semangat harokah untuk menggerakan Ansor sekaligus kecakapan-kecakapan lain untuk melakukan counter terhadap wacana-wacana keagamaan yang radikal dan itoleran”, katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purwakarta, Muhammad Mahmud mengatakan kurang lebih 97 kader ikut ambil bagian dalam PKL dan berasal dari PC Ansor se-Jawa Barat. Diselenggarakan pada 21-24 Februari 2020 di Pondok Pesantren terbesar di Purwakarta.

Mahmud merasa berbangga hati dapat menggelar PKL yang merupakan kaderisasi tingkat menengah. “Saya bangga dapat menggelar pelatihan kembali sebagai tanda bahwa organisasi ini terus bererak dan naik kelas”, katanya.

Selain itu, Hadi Musa Said Ketua PP. Ansor Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan yang juga tuan rumah PKL mengatakan pesantren ini kerap dijadikan tempat pelatihan kader. Saat ini saja ada tiga kegiatan, yaitu PKL PW GP Ansor se-Jawa Barat, PKL Fatayat NU se-Purwakarta dan Koordinasi PW Ansor Jawa Barat.

“Keluarga besar PP. Al-Hikamus Salafiyah membuka diri untuk menjadi tempat pengkaderan, karena ruh pesantren adalah sebagai tempat pendidikan dan dakwah”, kata Ade Musa said.