Direktur PSIP: Musuh Pancasila Bukan Agama, Tapi Perampok Uang Negara

Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP), Ma'mun Murod (dok: Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi, yang menyebut agama adalah musuh Pancasila menuai sorotan dari banyak kalangan.

Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP), Ma’mun Murod, pun mengkritik Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu. Menurutnya, Kepala BPIP tak paham Pancasila.

Bahkan, Ma’mun Murod menyebut pola pikir Yudian masih seperti jaman tahun 45-80an.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Pernyataan tersebut cermin bahwa Kepala BPIP tak paham Pancasila, tak paham relasi Islam dan Pancasila. Pola pikir Yudian masih seperti pola pikir tahun 1945-an sampai awal 1980-an,” ujarnya saat dihubungi MONITOR, Senin (24/2).

Lebih lanjut, ia mengatakan Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia sudah tidak perlu dibahas lagi apalagi diperdebatkan.

“Pancasila sebagai ideologi itu sudah selesai. Ketika masih ada yang mempersoalkan Pancasila dalam konteks ideologi, terutama dalam kaitan dengan Islam, cermin orang yang tak paham Pancasila dan Islam,” ujar Ma’mun yang merupakan Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Ia menegaskan agama bukan musuh Pancasila. Menurutnya musuh Pancasila ialah pejabat negara yang tak paham Pancasila orang yang korupsi merampas uang negara. Ia juga menyinggung anggota DPR yang membuat Undang-undang yang menyengsarakan masyarakat dan untuk memberikan kepuasan bagi pemerintah.

“Musuh Pancasila itu bukan agama. Musuh Pancasila itu elit negara yang tak paham Pancasila. Musuh Pancasila itu para perampok dan penjarah uang negara. Musuh Pancasila itu anggota-anggota DPR yang bersekongkol dengan eksekutif membuat UU yang menyengsarakan rakyatnya. Membuat UU yg berwajah liberal dan pro kapitalisme,” tegasnya.