Partisipasi Sosialisasi Empat Pilar, Bamsoet: Nasionalisme Komunitas Motor Tak Perlu Diragukan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Ist

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi para anggota komunitas motor baik besar maupun kecil yang sangat antusias mengikuti lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR yang digelar pada 22-23 Febuari 2020.

Antusias komunitas para biker’s ini juga memperlihatkan bahwa kesan ‘urakan’ selama ini, jika disentuh dengan tepat, nasionalisme dan kepedulian terhadap bangsa tidak perlu diragukan lagi.

“Urakan hanyalah tampak luar, dan bahkan tak lebih dari stereotipe usang yang sebetulnya sudah sejak lama ditanggalkan para bikers,” kata Bamsoet, di Jakarta, Minggu (23/2).

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Bikers masa kini adalah bikers yang cinta terhadap negeri, bikers jaman now adalah bikers yang selalu membuat Indonesia berkilau,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memandang para bikers tidak hanya mengerti tentang gas, rem, kopling, dan oli mesin saja. Ternyata, imbuh dia, mereka tetap mengikuti dan memahami berbagai permasalahan kebangsaan. 

Hal itu terbukti dari berbagai jawaban yang dilontarkan para bikers dalam menjawab pertanyaan pada lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR.

“Diam-diam, rupanya mereka menghanyutkan. Walaupun sebagian besar dari para bikers ini termasuk golongan menengah dan atas, namun rasa peduli mereka terhadap Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika tetap kuat,”ujar politikus Golkar itu.

Masih dikatakan pria yang juga menjabat sebagi Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI dilakukan tanpa memandang status sosial, suku, agama maupun golongan. 

Para bikers, sebagaimana juga penikmat hobi lainnya seperti sepeda, badminton, maupun sepakbola, merupakan salah satu kelompok yang harus dirangkul guna mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI.  

“MPR RI ingin hadir di setiap lapisan masyarakat, dari mulai kalangan atas, menengah, hingga bawah. Sehingga tidak ada pihak yang ditinggalkan, melainkan seluruh pihak bisa bersinergi saling menguatkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas mantan ketua DPR RI itu.