IndoBarometer: Anies Kepala Daerah Paling Potensial jadi Capres 2024

Pemaparan hasil survei Indo Barometer (Foto: Novrizal)

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari memprediksi bahwa tren calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden 2024 akan datang dari figur kepala daerah menyusul hasil survei nasional yang dilakukan terutama terhadap pengenalan sejumlah kepala daerah yang besar dan strategis.

Menurut hasil survei Indobarometer Januari 2020, jika Pilpres diikuti oleh 6 kepala daerah, nama Anies Baswedan unggul dengan angka 31.7%.

“Disusul Ganjar Pranowo 11.8%, Tri Rismaharini 9.9%, Mochamad Ridwan Kamil 8.2%, Khofifah Indar Parawansa 5.6%, dan Nurdin Abdullah 0.8%,” kata Qodari dalam pemaparan hasil survei bertajuk ‘Mencari Pemimpin: Road to Capres dan Parpol 2024’, di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Widget Situasi Terkini COVID-19

Dalam kesempatannya itu juga, Qodari menyadari munculnya sejumlah nama tersebut berdasarkan dua kriteria, salah satunya itu dilihat dari jumlah populasi penduduk suatu daerah.

“Setidaknya ada dua kategori, yakni pertama berapa jumlah penduduk atau populasinya. Karena yang potensial menjadi Capres itu, kemungkinan besar berasal dari provinsi dengan populasi penduduk yang besar,” ujar dia.

“Karena populasi yang besar itu bisa menjadi basis pemilih tersendiri. Karena provinsi yang besar (di Indonesia) hanya ada tiga, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Nah, Jakarta dengan penduduk 4 % sebagai Ibu Kota, apa yang terjadi di Ibu Kota menjadi kepentingan dan perhatian nasional,” tambahnya.

Pada tahapan selanjut, terkait dengan tingkat pengenalan masyarakat, Anies Baswedan juga menjadi calon dengan tingkat pengenalan tertinggi dengan angka 91.7%.

Kemudian Ridwan Kamil 65.8% dan Khofifah Indar Parawansa 55.8%. Sementara Tri Rismaharini 49.4%, Ganjar Pranowo 47.8%, dan Nurdin Abdullah 10.7%.

Selain itu, dalam setiap kontestasi politik, tambah Qodari, para kandidat harus memperhatikan variabel pengenalan dan kinerja sebagai ukuran rakyat untuk memilih.

“Siapa yang paling dikenal dan kinerjanya paling bagus, itu akan dipilih oleh rakyat Indonesia.” Pungkas Qodari.