Wamendes PDTT: Penyelenggaraan Transmigrasi Harus Dirasakan Maksimal Manfaatnya

Wakil menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi meninjau sentra produksi Tenun Ikat Sekomandi di Kalumpang, Mamuju., Jumat (21/2/2020). Foto: Matin/Kemendes PDTT

MONITOR, Mamuju – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi hadiri acara penutupan Rapat Koordinasi Ketransmigrasian Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) di Hotel Maleo, Jumat (21/2).

Pada kesempatan tersebut Budi Arie berpesan agar melalui rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari tersebut Pemprov Sulbar dapat melaksanakan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi dengan baik dan sesuai target yang sudah dipatok.

“Agar penyelenggaraan transmigrasi dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat,” ungkap Budi Arie.

Wamen Budi Arie yang didampingi Dirjen PKP2Trans, R Hari Pramudiono juga mengingatkan jajaran Pemprov Sulbar, agar dalam pelaksanaan program Ketransmigrasian mengacu pada apa yang sudah disepakati dan disampaikan pemateri saat Rakor.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Sehingga pelaksanaan pembangunan transmigrasi di tahun-tahun yang akan datang dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Penutupan Rakor Ketransmigrasian Pemprov Sulbar sekaligus menjadi agenda pamungkas Wamen Budi Arie selama tiga hari kunjungan kerja ke daerah Sulbar. Sebelumnya telah menyambangi warga transmigran di beberapa lokasi di Provinsi Sulbar.

Sebelum bertolak ke Bandara Mamuju, Wamen Budi Arie beserta rombongannya masih menyempatkan diri meninjau tempat produksi Tenun Ikat Sekomandi yang menjadi tenun khas Mamuju, lokasinya berada di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.