LPDB KUMKM Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman Setyo saat mengunjungi kantor Primkopti Harum (Foto: Istimewa)

MONITOR, Kendal – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman Setyo menyatakan siap mendukung pengembangan usaha Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) Harum, Kabupaten Kendal.

“Terlebih lagi, tahun ini, pemberian dana bergulir akan kita fokuskan 100% untuk perkuatan modal bagi koperasi sektor produksi”, ucap Braman, saat mengunjungi kantor Primkopti Harum, di Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (20/2).

Penegasan Braman bukannya tanpa alasan. Diantaranya, Primkopti Harum yang berdiri pada 1983 itu merupakan Primkopti terbaik di Jawa Tengah. Terbaik dalam hal pelayanan anggota, loyalitas anggota, omzet, hingga lancarnya RAT.

Ditambah lagi, Primkopti Harum pernah dua kali mendapatkan bantuan dana bergulir dari LPDB KUMKM. Yaitu, sebesar Rp1 miliar pada 2010 dan Rp1,2 miliar pada 2015. “Semuanya sudah lunas dengan predikat baik. Jadi, kami tinggal menunggu pengajuan proposal berikutnya dari Primkopti Harum”, tukas Braman.

Braman mengaku dirinya getol berkeliling daerah untuk melihat potensi-potensi yang dimiliki koperasi di seluruh Indonesia. “Kami sekarang yang jemput bola ke daerah, melihat langsung koperasi-koperasi sektor produksi calon mitra LPDB, mana-mana yang layak mendapat perkuatan dana bergulir”, kata Braman.

Sementara Ketua Pengurus Primkopti Harum Rifai menyebut bahwa kebutuhan modal koperasi terbilang tinggi karena antusiasme para anggota juga tinggi. “Dengan jumlah anggota sebanyak 250 orang yang semuanya merupakan perajin tempe dan tahu, kita harus menyiapkan kebutuhan kedelai sebanyak 500 ton perbulan”, kata Rifai.

Bahkan, Primkopti Harum sudah membidik pasar kebutuhan akan kedelai tidak hanya di Kendal saja, melainkan meluas ke seluruh Jateng. “Kebutuhan kedelai seluruh Jateng sebesar 1000 ton perbulan. Kami akan masuk juga kesana, selain tetap menjaga kebutuhan kedelai para anggota”, tandas Rifai.

Dengan memiliki empat gudang kedelai di empat kecamatan (Weleri, Sukorejo, Kendal , dan Kaliwungu), Primkopti Harum juga menekuni usaha jasa transportasi. “Para anggota tidak perlu datang ke kita untuk ambil kedelai, kita yang antar. Mereka bisa lebih fokus memproduksi”, kata Rifai seraya menyebutkan bahwa saat ini Primkopti Harum baru memiliki dua unit mobil sebagai alat angkut. Idealnya, lanjut dia, satu gudang memiliki satu unit mobil.

Unit usaha lain yang dilakoni Primkopti Harum adalah pertokoan atau Waserda, guna melayani kebutuhan anggotanya akan sarana penunjang dalam memproduksi tahu dan tempe yang berupa ragi, plastik dan kebutuhan lainnya. “Pokoknya, semua kebutuhan kita yang siapkan”, tegas Rifai.

Juga, Unit Simpan Pinjam (USP) guna memenuhi kebutuhan anggota dan calon anggotanya akan sarana permodalan guna menunjang perkembangan ekonomi usahanya dengan bunga jasa yang sangat terjangkau dan kompetitif. “Ini tidak memberatkan anggota dan dapat semakin mempercepat laju peningkatan volume usahanya”, ulas Rifai.

Ke depan, Primkopti Harum berencana menapaki sektor bisnis lain menjadi agen LPG. “Tak lama lagi, kita akan menjadi agen LPG dengan modal usaha sekitar Rp500 juta”, pungkas Rifai.