Dampak Virus Corona, Ekonom Chatib Basri Dorong Sumber Pertumbuhan Domestik

Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri Chatib Basri (dok: Kompas)

MONITOR, Jakarta – Ekonom senior Chatib Basri mengatakan wabah virus Corona yang berasal dari China telah memberikan dampak kepada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Namun untuk memastikannya, ia pun belum bisa memastikan. Eks Menteri Keuangan di tahun 2013-2014 ini hanya membandingkan wabah virus Corona dengan fenomena penyakit SARS di tahun 2003 silam.

“Tentu terlalu awal untuk memastikan angkanya, karena kita belum tahu berapa lama dan bagaimana akhirnya. Namun kita bisa belajar dari kasus SARS 2003,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2).

Widget Situasi Terkini COVID-19



Ia menjelaskan, ketika virus SARS merebak, pertumbuhan ekonomi China turun dari 11% (TW 1, 2003) ke 9% (TW 2, 2003). Namun meningkat kembali menjadi 10% setelah kepanikan mereda (TW 3 dan 4, 2003).

Adapun sektor yang terkena saat itu adalah yang memiliki link dengan global, termasuk misalnya tourism, export, import. Menurutnya hal yang harus diantisipasi adalah penurunan export, menurunnya import yang bisa mengakibatkan kenaikan harga bila barangnya tak tersedia di domestik, atau menurunnya barang modal.

“Menurut saya pemerintah perlu mengantisipasi ini dengan mendorong sumber pertumbuhan domestik. Seperti berulang kali saya sampaikan, resep Keynes masih relevan disini,” ujar Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri ini.

“Jaga daya beli penduduk miskin dengan PKH, BPNT dsb. Juga gunakan kartu pra kerja untuk kelas menengah,” tambahnya.

Melalui kartu pra kerja, menurutnya itu bisa digunakan dalam bentuk cash for training.

“Dengan ini daya beli bisa dijaga. Berikan discount untuk tiket pesawat atau transport selama beberapa bulan utk mendorong pariwisata. Ketika wisman terganggu, maka dorong wisatawan domestik,” pungkasnya.