Diduga Banyak Perusahaan Nikmati Uang Jiwasraya dan Asabri, Ini Kata Bamsoet

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Monitor.co.id

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperluas penegakan hukum, dengan menelusuri sejumlah perusahaan lain. Diduga, ada sejumlah perusahaan yang ikut menikmati hasil pencucian uang dari tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya maupun Asabri.

Politikus yang akrab disapa Bamsoet ini pun mengapresiasi langkah Kejagung menggeledah dan menyita sejumlah dokumen dari beberapa perusahaan securitas atau pendanaan swasta, termasuk milik tersangka Benny Tjokrosaputro, di Jakarta, Senin (17/2).

“Jika Benny sebagai otak kejahatan sudah ditangkap, Kejaksaan Agung harus memperluas proses penegakan hukum hingga ke pengelola dan pemilik perusahaan-perusahaan pendanaan swasta atau sucuritas penikmat dana Jiwasraya dan Asabri,” kata Bamsoet.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Karena rasanya tidak mungkin hanya enam pelaku saja yang melakukan kejahatan luar biasa dan tersistematis itu,” tambahnya.

Ia berpandangan, pengungkapan skandal Jiwasraya dan Asabri menjadi pertaruhan besar bagi Kejaksaan Agung untuk memperlihatkan profesionalitas kinerjanya di mata rakyat.

Menurutnya, hukum bukanlah milik mereka yang punya uang atau kekuasaan. Tapi hukum, kata mantan ketua komisi III DPR ini, adalah milik mereka yang tergores rasa keadilannya.

“Skandal Jiwasraya dan ASABRI sekaligus menjadi peringatan bagi siapapun agar tak main-main dengan hukum. Memperkaya diri sendiri dan golongan dengan cara mengambil uang rakyat, bukan hanya semata tindakan melawan hukum,” ujar dia.

“Melainkan juga tindakan amoral, menunjukan pelaku dan penikmat kejahatan sudah lagi tak mempunyai hati nurani. Karenanya, ganjaran yang setimpal patut mereka terima,” pungkas Bamsoet.