PERTANIAN

Kementan Dorong Pengembangan Pemasaran Komoditas Peternakan

MONITOR, Denpasar – Kementerian Pertanian (Kementarian) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mendorong pengembangan pemasaran komoditas perternakan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kinerja para petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) dalam menjaga ketersediaan informasi harga pasar yang aktual, akurat dan kontinu.

“Informasi tersebut menjadi bahan dalam menyusun kebijakan dibidang pemasaran produk peternakan, serta menjadi referensi bagi pelaku usaha peternakan dalam merencanakan usaha bahkan dapat menjadi data base untuk melakukan analisis dan penelitian,” ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita saat memberikan arahan pada acara pertemuan Bimbingan Teknis Pelayanan Informasi Pasar (PIP) Komoditas Peternakan Wilayah Timur Tahun 2020 di Bali, 14/2/2020.

“PIP harus mampu membuktikan eksistensinya kepada masyarakat, bahwa hasil kinerja petugas PIP yang paling dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pinta Ketut.

Dirjen PKH juga mengharapkan agar petugas PIP provinsi dan kabupaten/kota mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SIMPONI-Ternak, yakni Sistem Informasi Pasar Online Nasional Peternakan yang menyediakan data dan informasi perkembangan harga ketersediaan produk di peternak sampai pada level konsumen, berdasarkan input petugas PIP di lapangan secara harian.

“Keaktifan petugas PIP sangat penting, karena data dan informasi harga tersebut dapat diakses secara langsung oleh para pengambil kebijakan dan masyarakat umum secara real time,” tambahnya.

Ketut juga mengharapkan petugas PIP dapat memperluas informasi yang disediakan seperti biaya pemasaran, informasi pasar ternak, dan dinamika ketersediaan ternak (supply-demand).

“Hal ini akan memberikan kontribusi yang luas terhadap komoditas peternakan dalam negeri yang lebih berdaya saing dipasar lokal maupun ekspor,” ucapnya.

Lebih lanjut Ketut mendorong agar PIP mampu memantau dinamika pasar di wilayah kerja masing-masing, khususnya dalam menghadapi adanya anomali pasar yang memerlukan identifikasi dini (early warning), seperti pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani menyampaikan bahwa Petugas PIP bertugas untuk meningkatkan kualitas data dan informasi harga. I

a juga meminta agar data yang didapatkan melalui proses pengambilan, validasi dan penyajian data, menghasilkan informasi harga yang valid, dapat dipertanggungjawabkan, dapat ditelusuri (traceability), dan diseminasikan (dipublikasikan).

Selain itu, menurutnya, petugas PIP juga dapat berperan aktif di Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang sudah terintegrasi dalam Agriculture War Room (AWR) Ditjen PKH, sehingga mampu berkontribusi untuk mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS) produk peternakan.

“’Kami harap kedepan, peran PIP mampu mendukung pengembangan strategi pemasaran produk peternakan” pungkas Fini.

Recent Posts

Peminat Membludak, Menaker Yassierli Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

MONITOR, Jakarta — Antusiasme tinggi masyarakat terhadap program magang mendorong Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajukan penambahan sebanyak…

2 jam yang lalu

Tekankan MoU BUMN–Swasta Bukan Sekadar Kesepakatan, Kementan Kawal Realisasi Hilirisasi Ayam di Sulsel

MONITOR, Jakarta – Pemerintah mempercepat pemerataan pasokan protein hewani nasional melalui pembangunan ekosistem hilirisasi ayam…

12 jam yang lalu

Kemenperin Perkokoh Industri Baja Nasional di Kancah Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam upaya memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sektor…

13 jam yang lalu

Indonesia Perkuat Ekspor Rempah ke Eropa, Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Importir Belanda

MONITOR, Den Haag — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus memperluas akses pasar rempah dan produk…

14 jam yang lalu

ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Jadi Oase Pangan: Dari Pekarangan, Kedaulatan Dimulai

MONITOR, Bogor - Di tengah padatnya kawasan hunian di Komplek Perumahan Arya Green Residence, Tajur…

14 jam yang lalu

Kementerian UMKM Optimalkan MBG untuk Dukung UMKM Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pengusaha…

18 jam yang lalu