Putra Minang Satria Efendi Tuanku Kuniang Ramaikan Bursa Pemilihan Ketua Umum PB PMII

Satria Efendi saat menyerahkan berkas pendaftaran calon ketua umum PB PMII (foto: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa (OKP) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII akan menggelar Kongres XX dimana salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum PB PMII. Kongres XX organisasi yang memiliki akar sejarah kuat dengan NU itu bakal digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur pada 13-16 April 2020 mendatang.

Sejumlah bakal calon yang merupakan rekomendasi dari cabang asal dipastikan bakal meramaikan gelaran kongres yang digelar setiap dua tahun sekali setiap periodenya itu. Hingga berita ini diturunkan atau hingga Kamis (13/2/2020) malam sudah 5 orang calon. Masing-masing adalah Rafsan (PMII Ciputat), Abdullah Sukri (PMII Malang), Kaharudin (PMII Jambi) Daud Gerung (PMII Jakarta), dan Satria Efendi (PMII Sumatra Barat).

Salah satu kandidat yang menarik perhatian adalah Satria Efendi Tuanku Kuniang dari Sumatera Barat. Ya, Satria sendiri merupakan Putra Minang sekaligus satu-satunya kandidat doktor yang mendaftar sebagai calon ketua umum PB PMII.

Menurut Satria, keikutsertaannya sebagai kandidat Ketua Umum PB PMII ini untuk kembali menjemput sejarah. “Orang Minang dulunya banyak menjadi tokoh pemikir dan pendiri bangsa. Hari ini kita harus bangkit lagi. Dalam bahasa Minang dikenal dengan mambangkik batang tarandam (membangkit batang terendam),” kata Satria usai menyerahkan berkas pendaftaran di Kantor PB PMII Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Kamis (13/2/2020) malam.

“Ketua Umum PB PMII pertama kali dijabat Mahbub Junaidi, tokoh pers nasional,” terang Satria.

Satria menyatakan siap untuk bertarung memperebutkan pucuk pimpinan tertinggi di PMII. “Kesiapan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah alumni PB PMII, kader di daerah dan tokoh lainnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, Satria Efendi Tuanku Kuniang merupakan kader PMII dari Kota Pariaman, Sumatera Barat. Satria menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman tahun 2013, Strata Dua (S2) UIN imam Bonjol Padang tahun 2016, dan Strata Tiga (S3) di Universitas Borobudur Jakarta.

Gelar ‘Tuanku Kuniang’ sendiri didapat Satria pada saat ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Madrasyah Miftahul Isitqamah Surau Cubadak Sungai Asam Padang Pariaman tahun 2008 sampai 2016. “Tuanku Kuniang itu gelar akademik di pesantren klasik  Minangkabau,” kata Satria.

Keaktifan Satria sendiri di PMII berawal dari Mapaba pada tahun 2009 di Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin Pariaman, tahun 2010 PKD di PMII Cabang Kota Pariaman, 2013 PKL di PMII Cabang Ciputat dan 2018 PKN PB PMII.

Selama di PMII pernah diamanahakan jadi Pengurus Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, 2013 Ketua Umum PMII Cabang Kota Pariaman. Selanjutnya pengurus PKC PMII Sumbar. Kini di Pengurus Besar PMII pada bidang kaderisasi.