Wakil Wali Kota Depok Imbau Kaum Milenial tidak Berlebihan Sambut Hari Valentine

Ilustrasi Valentine (Foto: Dok TribunNews)

MONITOR, Depok – Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna meminta masyarakat khususnya kaum milenial untuk tidak berlebihan dalam merayakan hari kasih sayang atau Valentine Day. Sebab, peringatan tersebut bukanlah budaya masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Depok yang terkenal dengan kota sejuta Maulid.

“Itu bukan budaya kita. Yang namanya kasih sayang kan setiap hari. Kasih sayang sama orang tua, keluarga, sama kakak, sama ibu, sama ayah, sama teman, sama rekan,” kata Pradi ketika ditemui seusai menghadiri acara peresmian empat kantor baru pemerintahan dan tiga taman kelurahan di Kantor Kecamatan Sawangan, Depok, Rabu (12/2).

Menurut Pradi, perasaan kasih sayang tidak harus diungkapkan dalam waktu-waktu tertentu. Namun Ketua DPC Gerindra Kota Depok itu tidak melarang sepenuhnya untuk merayakan Valentine.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Boleh-boleh saja, tetapi kembali lagi yang tadi, apakah memang yang demikian budaya kita atau bukan,” katanya.

Terpisah, sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman menegaskan, melarang peringatan hari Valentine dirayakan.

“MUI (Depok) tentu mengimbau generasi muda milenial untuk hati-hati, jangan ikut-ikutan budaya barat. Karena valentine ini bukan budaya islami dan bukan budaya orang Indonesia,” kata Ahmad Dimyati saat dihubungi MONITOR, Rabu (12/2) petang WIB.

Ahmad Dimyati menjelaskan perayaan valentine mengarah kepada kebebasan berpacaran dan berhubungan bukan muhrim. Hal itu, kata dia, tidak diperbolehkan khususnya oleh agama Islam.

“Sebagai bangsa Indonesia yang notabene bangsa religius dan menjunjung tinggi norma agama, norma asusila, jelas perayaan valentine itu bertentangan,” katanya.