Respon Isu-isu Global dan Kebangsaan, UNUSIA Gelar Simposium Nasional Islam Nusantara

UNUSIA menggelar Simposium Nasional Islam Nusantara di gedung PBNU (foto: Satria Sabda Alam)

MONITOR, Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggelar Simposium Nasional Islam Nusantara dengan tema “Islam Nusantara dan Tantangan Global”, Sabtu (8/2) di Gedung PBNU Jakarta Pusat.

Dalam forum tersebut, Dekan Fakultas Islam Nusantara UNUSIA Ahmad Syaedi mengatakan diskursus Islam Nusantara akan terus menjadi perbincangan publik, baik di tingkat akademik maupun di ruang media sosial.

Ia menjelaskan, meskipun gagasan Islam Nusantara bukan hal yang baru, tapi sempat mencuat ke permukaan dan mengundang perdebatan di media cetak dan media sosial sejak dijadikan tema utama dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang tahun 2015 lalu.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Padahal tiga tahun sebelumnya, di tahun 2012, Pascasarjana Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama Jakarta, yang kini melebur menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), telah membuka Program Magister Islam Nusantara. Kini, UNUSIA Jakarta sejak tahun 2018 yang lalu telah membuka Program Doktoral dengan konsentrasi yang sama,” ujar Dekan Fakultas Islam Nusantara (FIN) Unusia Jakarta, Ahmad Suaedy.

Menurutnya, penyelenggaraan simposium ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mendiskusikan Islam Nusantara dalam merespon isu-isu Islam dan Kebangsaan mutakhir serta menjawab tantangan global.

“Acara simposium tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan acara Muktamar Pemikiran Islam Nusantara yang Insyaallah akan digelar bersamaan dengan acara Muktamar ke-34 NU di Lampung,” jelasnya.