Khawatir Jakarta Terendam Banjir, Anies Terus Pantau Pintu Air Manggarai

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sedang memantau ketinggian debit air, di Pintu Air Manggarai (Foto: Asep/Monitor)

MONITOR, Jakarta – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus memantau dan meminta agar anak buahnya mengawasi debit air yang masuk melalui pintu air Manggarai.

“Dari laporan yang masuk, Jumat (7/2) pukul 16.00 WIB, Bendung Katulampa menunjukkan peningkatan tinggi muka air dan mencapai puncaknya Jumat malam, pukul 22.00 WIB. Nah ini harus diantisipasi dengan terus memantau kondisi ketinggian air di pintu air Manggarai,” ujar Anies saat memantau beberapa titik pintu air di Jakarta melalui Command Center Pintu Air Manggarai.

Anies pun mengaku sudah mengabarkan kepada Lurah agar semua warga bersiap-siap dan mengantisipasi kiriman air dari Bogor tersebut.

Menurut Anies, air kiriman dari Bogor itu sudah tiba di Jakarta dan mencapai puncak ketinggiannya di Pintu Air Manggarai pada 940 cm.

Gubernur DKI Jakarta dan anak buahnya sedang memantau debit air di Pintu Air Manggarai (Foto: Asep/Monitor)

Namun, selang beberapa jam ketinggian air sudah turun menjadi 880 cm. Gubernur Anies menjelaskan, saat ini jajaran Pemprov DKI Jakarta sedang memantau penurunan muka air laut agar air sungai dapat dialirkan ke laut.

“Nah, yang sekarang sedang kita pantau adalah permukaan air laut. Menurut prediksi, permukaan air laut akan mulai surut sekitar pukul 09.30 WIB. Ketika itu mulai turun, maka semua pintu air bisa dibuka secara maksimal, maka Insya Allah air bisa segera turun di Jakarta,” paparnya.

Anies menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta telah siaga mengantisipasi apabila terjadi genangan, sehingga dapat dengan cepat teratasi.

“Untuk wilayah yang sempat tergenang, petugas kita ke sana, pompa mobile disiapkan dan pemadam kebakaran disiagakan juga. Jadi, seluruh jajaran siaga di tempat-tempat yang punya risiko. Karena, ini (ketinggian air) bergeraknya cepat, naiknya cepat, turunnya juga cepat. Jadi, kemungkinan kita pantau terus, tapi kita siap kalau ada perlu tempat (mengungsi), kita siapkan,” pungkasnya.