Perokok Anak Alami Kenaikan, KPAI: Karena Iklan yang Cukup Masif

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Nur Hikmawaty (Foto: Satria Sabda || MONITOR)

MONITOR, Jakarta – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Nur Hikmawaty prihatin mengenai kenaikan perokok di Indonesia. Menurutnya kenaikan perokok di Indonesia pada disebabkan juga pada kenaikan perokok pada anak-anak.

“Di tahun 2019 itu kita mencapai 9,1% atau 7,8 juta anak yang terpapar, kemudian ditahun 2024 prediksi nya sekitar 13% sehingga target RPJMM itu tidak lebih dari 10,1%,” katanya saat ditemui usai konferensi pers CHED ITB Ahmad Dahlan Jakarta di Bellavue Suite Jakarta. Jum’at (7/2/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan harus ada penurunan perokok anak-anak mulai dari sekarang sehingga tahun 2024 sehingga tidak mencapai angka 13% perokok.

“Kami mau harusnya turun dibawah 9,1% ternyata itu tidak bisa 10,1% sudah turun dari prediksi, jadi kalo di 10% juga sudah bagus,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan faktor anak-anak merokok, menurutnya pengaruh anak-anak merokok disebabkan karena Iklan yang begitu masif di berbagai media.

“Salah satunya iklan yang cukup masif, terkait dengan ini, iklan itu perlu diberikan aturan lebih ketat lagi,” Katanya

Terakhir, dia juga menyoroti angka kenaikan produksi rokok di Indonesia yang naik sangat signifikan mencapai 1,2 Milyar.

“Saat ini sekitar 1,2 Milyar barang bisa dibayangkan siapa yang akan menyerap itu, tentu salah satunya pada anak-anak,” pungkasnya.