Nadiem Makarim: Orang Tionghoa Punya Sejarah dalam Kemerdekaan Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghadiri perayaan Imlek di Gedung Kemendikbud (dok: Satria Sabda Alam)

MONITOR, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, kebudayaan Tionghoa sangatlah melekat kental dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari makanan, hingga pakaian yang dikenakan sehari-hari.

Pesan itu diungkapkan Nadiem dalam acara perayaan Imlek yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar perayaan Imlek dengan tema “Merawat Kebhinnekaan, Menjaga Ke-Indonesiaan”, pada Kamis (6/2).

Nadiem juga mengatakan, keturunan Tionghoa memiliki keterkaitan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Mereka memiliki hubungan yang cukup kuat.

“Bangsa Indonesia, hubungan sejarah dengan keturunan Tionghoa luar biasa sejarah kita dengan aspek budaya kita hampir semuanya di pengaruhi mulai dari makanan kita makanan jajanan kita sampai baju-baju dari semua jenis-jenis kebudayaan kita, bahkan kemerdekaan kita pun tidak luput dari kebersamaan warga Tiongkok,” ujar Nadiem di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut ia mengatakan, kementerian yang dipimpinnya akan mulai mengubah paradigma masyarakat bahwa perayaan hari libur agama atau suku apapun, harus dirayakan oleh semua kalangan.

Caranya, kata Nadiem, dengan merayakan kegiatan keagamaan apapun setiap libur nasional.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ingin meyakinkan masyarakat bahwa setiap hari libur nasional dari berbagai macam agama, suku dan tradisi dan masing-masing
Itu bukan hanya untuk dirayakan bagi suku agama tersebut,” kata mantan CEO Gojek Indonesia ini.

“Tapi mulai dari sekarang kementerian Pendidikan dan kebudayaan merayakan semua kegiatan dari agama manapun, karena kita itu Indonesia,” pungkasnya.