DPD Akan Bersinergi Sampaikan Program Pemerintah Hingga ke Daerah

MONITOR, Jakarta –Wakil Ketua DPD Sultan B. Najamudin menilai peran DPD sangat penting dalam menunjang program kerja dari kementerian. Menurutnya, salah satunya pintu untuk mensosialisasikan program kerja pemerintah adalah melalui lembaga senator ini.

Hal tersebut tertuang dalam Rapat Kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MenESDM) Arifin Tasrif dan dihadiri Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai, Wakil Ketua Komite II DPD RI Badullah Puteh, Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, dan Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri.

 “Kami lebih proporsional dalam menyampaikan program pemerintah, dan ini juga akan memudahkan kementerian dalam menyalurkan program ke masyarakat,” kata Sultan seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/2).

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai juga berharap Kementerian ESDM bisa bersama-sama DPD RI dalam menyampaikan program kerja di daerah. Mengingat banyaknya program Kementerian ESDM tahun 2020, maka DPD RI siap membatu program pemerintah kepada masyarakat. 

“Semoga pada periode ini ada sinergitas antar kami dan Kementerian ESDM. Kami sebagai mitra siap membantu pemerintah menyampaikan program kerja ke masyarakat,” ujar politikus Golkar itu.

Tidak hanya itu, lanjut senator asal Papua itu, Komite II telah melakukan rapat kerja dengan kementerian-kementerian. Pada rapat kerja itu dimaksud dalam rangka membangun kebersamaan sebagai mitra kerja untuk menciptakan sinergitas.

“Jika Pak Menteri ada kunjungan kerja bisa melibatkan DPD RI, sehingga kita tahu apa saja program pemerintah dan membantu mensosialisasikannya ke masyarakat,” tuturnya.

Pada rapat kerja itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Kementerian ESDM memiliki program dan kebijakan strategis sektor ESDM yang menjadi prioritas yaitu program quick wins 2020. Salah satu program quick wins 2020 yaitu percepatan keputusan proyek kilang dan peluncuran akses data Migas.

“Program ini guna membantu proses-proses yang terkait dengan prosedur-prosedur perizinan agar kilang bisa lancar dan mudah dibangun. Jadi data-data migas ini setelah kita sempurnakan kemudian akan kita permudah aksesnya sehingga investor bisa memanfaatkannya dengan baik dan dalam waktu yang cukup cepat,” kata Arifin.

Arifin juga menjelaskan pada 2020 berencana akan meningkatkan investasi sektor ESDM di tengah tantangan ekonomi global. Rencananya, investasi sektor ESDM tahun 2020 target sebesar USD 37,2 miliar. “Hal ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional,” paparnya.

Arifin menambahkan pihaknya memiliki agenda pembangunan dan target tahun 2020 yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas.

“Ini merupakan komitmen ESDM dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), peningkatan nilai tambah, dan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri,” pungkasnya.