Kebijakan Anies Kerap Bikin Blunder, Ombudsman DKI: Banyak Laporan ‘Asal Bapak Senang’

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok: Asep/ Monitor)

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan ini dinilai banyak mengeluarkan kebijakan yang keliru. Mulai dari salah memberikan penghargaan kepada Diskotik Coloseum, salah dalam melakukan pengangkatan Dirut Transjakarta, hingga salah dalam memutuskan pengerjaan proyek revitalisasi Monas.

Melihat begitu banyak kekeliruan yang dilakukan oleh Anies tersebut, ombudsman perwakilan Jakarta Raya pun menyebut, sebagai orang nomor satu di Jakarta, Anies terlalu banyak menerima laporan yang isinya Asal Bapak Senang (ABS) yang tidak terverifikasi dengan baik.

“Saya memang melihatnya terlalu banyak laporan ABS ke Pak Anies yang tidak terverifikasi dengan baik. Dampaknya Pak Anies tidak fokus dan kerap keliru dalam mengambil kebijakan,” ungkap Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (31/1).

Ombudsman Jakarta Raya, lanjut Teguh, meminta Pemprov DKI Jakarta memperbaiki koordinasi dan sinkronisasi program dan proyek-proyek di lingkungan Pemprov sendiri.

“Ini bagian pekerjaan rumah (PR) terbesar Pemprov DKI berdasarkan laporan yang masuk ke Ombudsman Jakarta Raya yaitu buruknya koordinasi dan sinkronisasi program-program dan proyek di Provinsi DKI Jakarta. Sudah saatnya Gubernur melakukan koordinasi langsung dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah,” pungkasnya.