Prabowo Dituding Kerap Plesiran ke Luar Negeri, Begini Pembelaan Jokowi

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Rapat Pimpinan Kemenhan, TNI dan Polri (dok: IG Dahnil)

MONITOR, Jakarta – Tudingan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sering plesiran ke luar negeri akhirnya dijawab Presiden Joko Widodo. Orang nomor wahid di Indonesia ini mengungkapkan dirinya memberikan tugas kepada Menhan untuk melakukan diplomasi pertahanan ke sejumlah negara.

Selain itu, dikatakan Jokowi, Prabowo juga diminta untuk meninjau alutsista di luar negeri yang hendak dibeli sebagai investasi pertahanan dalam negeri.

Pembelaan itu diutarakan Jokowi saat menghadiri pertemuan Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri tahun 2020 pada hari ini, Kamis (23/1).

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Itulah yang membawa Menteri Pertahanan pergi ke sebuah negara, selain tugas diplomasi pertahanan kita, juga untuk melihat alutsista yang akan kita beli,” ujar Jokowi memberikan keterangan.

“Bagus atau tidak bagus, benar atau tidak benar, bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semuanya dicek secara detail,” tambahnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mendorong keseriusan jajaran industri pertahanan dalam negeri untuk membangun kemandirian dalam industri strategis.

“Perlu saya informasikan bahwa Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang. Anggaran Rp127 triliun itu harus efisien, bersih, tidak boleh ada mark-up lagi, dan yang paling penting mendukung industri dalam negeri kita,” tegas Jokowi.

Ia tak menampik, tetap ada kemungkinan kerja sama pengembangan alutsista dengan negara lain. “Dimana Menteri Pertahanan telah menjajakinya, misalnya dengan Perancis, Korea Selatan, atau negara-negara Eropa Timur,” tandasnya.