Siswa SMP Bunuh Diri, LPA Generasi: Sekolah harus jadi Tempat Aman

Ketua LPA Generasi Ena Nurjanah (dok: ist)

MONITOR, Jakarta – Dunia pendidikan di tanah air berduka, atas meninggalnya SN di lingkungan sekolah negeri di wilayah Jakarta. Peristiwa meninggalnya SN bisa memicu kondisi traumatis bagi siswa yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Terlebih, meninggalnya SN diduga karena lompat dari lantai empat gedung sekolahnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI, Ena Nurjanah, melihat kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pelajar di lingkungan sekolah ini adalah sebuah peristiwa yang sangat langka. Terlebih menurutnya, kejadiannya ada di ibukota Negara.

“Jakarta bisa dibilang merupakan representasi model pendidikan negeri yang lebih baik, sarana dan prasarana lebih mencukupi dibandingkan dengan wilayah lain,” ujar Ena Nurjanah, dalam keterangannya, Selasa (21/1).

Ena mengatakan, kasus bunuh diri siswa ini seharusnya mendapat perhatian sangat serius dari para pemangku kebijakan, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ia menuturkan, Kemendikbud tidak hanya sekedar menunggu hasil pemeriksaan kepolisian, namun harus segera turun tangan.

“Sekolah merupakan sebuah institusi yang berada di bawah naungan kemendikbud harus segera didorong untuk berbenah diri, melakukan evaluasi ke dalam, mengapa hal tersebut bisa terjadi,” terangnya.

Menurut Ena, peristiwa yang menimpa seorang siswa di sekolah seharusnya bisa menjadi bahan introspeksi bagi sekolah tersebut sekaligus juga bahan evaluasi bagi sekolah-sekolah lainnya. Ia pun menekankan, sekolah seharusnya bisa menjadi tempat aman bagi siswa.

“Salah satu upaya yang bisa dilakukan sekolah dalam rangka menghindarkan siswa didiknya dari perilaku yang membahayakan dirinya adalah dengan menerapkan isi permendikbud no. 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan,” jelas Ena.