Tolak Pansus Banjir, Anak Haji Lulung Pasang Badan untuk Anies

3664
Banjir menggenangi sejumlah ruas wilayah di Jakarta dan sekitarnya

MONITOR, Jakarta – Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Tirta Lunggana menyatakan sikapnya terkait wacana pembentukan pansus banjir yang digulirkan koleganya di DPRD DKI. Putra Abraham Lunggana alias Haji Lulung ini menolak wacana pembentukan pansus banjir.

Menurut Tirta, penolakan terhadap wacana pembentukan pansus banjir tersebut bukan tanpa alasan. Dirinya mencium wacana pembentukan pansus sebagai upaya untuk memojokkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

“Saya menilai ada upaya mempolitisasi bencana alam yang ditujukan untuk merusak kepercayaan masyarakat terhadap Gubernur DKI Jakarta itu jelang 2024 mendatang,” ujar Tirta dalam rilisnya yang diterima MONITOR, Kamis (16/1).

Menurut Tirta, secara objektif, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta awal tahun 2020 lalu adalah murni karena disebabkan oleh cuaca ekstrim.

“BMKG sudah menyatakan bahwa intensitas hujan pada tanggal 1 Januari lalu adalah curah hujan tertinggi sejak tahun 1990 lalu, yaitu mencapai 377 mm,” ungkapnya.

Ia menambahkan, cuaca ekstrim itu juga bukan hanya berdampak pada banjir di Jakarta saja, namun sejumlah wilayah di luar Jakarta pun mengalami bencana serupa.

“Banjir yang terjadi bukan hanya di Jakarta kemudian diarahkan pada pembentukan Pansus Banjir yang seolah-olah terjadi karena kesalahan Pak Anies,” terangnya.

Oleh karenanya, Tirta pun meminta koleganya di DPRD DKI Jakarta yang ngebet membentuk Pansus Banjir agar dapat objektif dalam melihat persoalan banjir yang melanda Ibukota.

“Harusnya teman-teman di dewan melihat persoalan banjir ini dengan objektif. Dengan intensitas hujan yang tinggi dan turun dalam waktu hampir dua hari itu, bagaimana mungkin Jakarta aman dari banjir. Jakarta ini wilayah pesisir, 13 sungai yang melintasi Jakarta dan semuanya bermuara di teluk Jakarta,” pungkasnya.