Lanjutkan Proyek JPO Tol Jakarta-Tangerang, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Hati-hati

Jasa Marga melanjutkan proses pembangunan tahap erection girder JPO Tol Tangerang-Jakarta (dok: Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Sebagai pihak pengelola Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jasa Marga Regional JabodetabekJabar terus melanjutkan pekerjaan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Km 11+500 ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan JPO ini menggunakan PCU girder dengan panjang bentang 50,8 meter dengan berat 210 ton.

Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Regional JabodetabekJabar, Irra Susiyanti, mengatakan saat ini pembangunan tengah memasuki tahap erection girder, dimana keseluruhan rangkaian pekerjaan erection girder tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 11 Januari 2020, pukul 22.00 WIB.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Diperkirakan berakhir pada pukul 04.00 WIB, 12 Januari 2020 atau pada periode window time. Diawali dengan persiapan loading dan mobilisasi girder ke lokasi erection, yang menggunakan lajur 1 dan bahu jalan,” jelas Irra Susiyanti, dalam siaran persnya, Jumat (10/1).

Sementara itu, untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, pada saat pekerjaan erection berlangsung, atas diskresi dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, akan dilakukan penutupan total (semua lajur) di lokasi tersebut baik arah Jakarta maupun Tangerang, pada hari Minggu (12/01/20), yaitu pukul 02.15 – 02.40 WIB atau kurang lebih 25 menit.

Lanjut Irra, sekitar pukul 02.40 WIB nanti, lalu lintas akan dibuka kembali secara bertahap baik arah Tangerang maupun Jakarta, dan diperkirakan pada pukul 04.00 WIB semua lajur dapat digunakan kembali.

“Jasa Marga Regional JabodetabekJabar mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pekerjaan ini, diimbau kepada pengguna jalan yang melintasi lokasi tersebut agar dapat mengantisipasi perjalanannya,” imbuhnya.

“Tetap berhati-hati, mentaati arahan petugas di lapangan, mematuhi rambu-rambu lalulintas yang ada, serta melakukan pembaharuan informasi lalulintas yang akan dilalui, atau menggunakan jalur alternatif lainnya,” tambah Irra.