INDUSTRI

Kemenperin Beri Bantuan Mesin dan Peralatan Kepada IKM Korban Banjir

MONITOR, Jakarta – kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang terkena dampak banjir di Jakarta dan Tangerang.

Upaya strategis ini diharapkan agar IKM tersebut dapat terus berproduksi sehingga nantinya memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Dengan beroperasinya kembali usaha dari para pelaku IKM ini, tentunya sejalan dengan tekad pemerintah yang senantiasa ingin mendorong tumbuh kembangnya sektor IKM. Sebab, selama ini sektor IKM telah menjadi tulang punggung perekonomian kita,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mengunjungi sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (9/1).

Di sentra IKM tahu dan tempe tersebut, Menperin Agus didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih bersama anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin, menyerahkan secara simbolis sarana produksi.

Bantuan yang diberikan berupa pompa dorong 1 PK (20 unit), pompa jet pump 3 PK (2 unit), dinamo mesin giling (4 unit), dan blower (10 unit).

Menperin menjelaskan, pada pekan lalu, Ditjen IKMA Kemenperin sudah menurunkan tim untuk meninjau langsung ke lapangan sekaligus mendata IKM yang terdampak banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Upaya ini juga untuk mendapatkan masukan dari mereka mengenai kebutuhan yang diharapkan dan solusi dalam mengatasi banjir ke depannya.

“Jadi, kami menerima laporan, bahwa di Semanan ini ada 1000 rumah produksi tempe yang meliputi 1.217 pengrajin dan sekitar 17 IKM yang memproduksi tahu. Ini menjadi salah satu sentra IKM di Jabodetabek yang mengalami kebanjiran. Rata-rata peralatan produksi mereka terendam banjir seperti dinamo, pompa air, hingga dapur umum,” ungkap Agus.

Adapun estimasi nilai kerugian mereka sebesar Rp30 juta per IKM tahu, kemudian ditambah Rp3 juta per IKM tahu karena bahan baku rusak.

Sedangkan, untuk IKM tempe, nilai kerugiannya diproyeksi mencapai Rp1 miliar dari potensi 100 ton tempe yang diproduksi. Bahkan apabila diakumulasikan dengan kerugian lainnya bisa lebih dari Rp5,1 miliar.

“Mereka mengalami kerugian akibat padamnya listrik sehingga kedelai yang siap produksi gagal diolah. Selain itu, tahu dan tempe yang telah siap dipasarkan, tidak bisa dikirim karena akses distribusi terkena banjir,” sebut Gati.

Dirjen IKMA menambahkan, banyak mesin dari para pelaku IKM tersebut yang mengalami kerusakan karena terendam banjir.

“Bahkan, banyak bahan baku kedelai yang juga ikut terendam air. Mereka pun meminta optimalisasi saluran pembuangan air, utamanya di wilayah sentra,” imbuhnya.

Gati berharap, upaya yang dilakukan Kemenperin ini mampu membangkitkan kembali semangat dan aktivitas usaha mereka pascabanjir.

Pada tahap selanjutnya, Ditjen IKMA melakukan pembinaan revitalisasi sentra, pendampingan mengenai mutu, manajemen, produksi, dan pemasaran, termasuk pula pendampingan dengan startup teknologi, serta fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan bantuan berupa penggantian mesin-mesin yang rusak hingga 100 persen,” ujarnya. Pada tahun 2020, anggaran yang akan disiapkan Kemenperin untuk memfasilitasi pemberian bantuan IKM akibat bencana sebesar Rp4 miliar.

“Kami telah mengalokasikan dana untuk membantu IKM-IKM yang terdampak bencana. Dana itu akan kami gunakan untuk bantuan mesin, alat-alat kerja bagi IKM serta pembangunan kembali sentra IKM,” tuturnya.

Selanjutnya, Menperin bersama rombongan juga memberikan bantuan kepada enam pelaku IKM di Perumahan Pinang Griya Permai, Kota Tangerang yang antara lain bergerak di sektor makanan, minuman dan konveksi.

Bantuan yang diserahkan berupa 2 unit mesin jahit, 1 unit mesin potong, 1 unit mesin obras, 3 unit freezer, 3 unit kulkas, 2 unit oven, 3 unit kompor, 3 unit mixer, 3 unit blender, 1 unit mesin setrika steam, dan 3 unit burner.

“Bantuan lainnya juga akan dilakukan dalam bentuk pembinaan lanjutan berupa fasilitasi HKI, dan kemasan, fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan, serta bantuan promosi secara online dan offline,” imbuh Gati.

Recent Posts

Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tidak Berubah

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa tarif…

11 jam yang lalu

SDN 01 Sukarukun Bekasi Perkuat Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum

MONITOR, Bekasi - Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum yang diterapkan, tetapi juga…

14 jam yang lalu

Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tata kelola yang kuat menjadi fondasi peningkatan kualitas…

15 jam yang lalu

Kemenperin Perkuat Hilirisasi Industri Susu melalui Momentum Hari Susu Nusantara 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri susu nasional melalui percepatan hilirisasi, peningkatan…

18 jam yang lalu

Prabowo Rombak Kepemimpinan Badan Gizi Nasional

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan…

21 jam yang lalu

Capai 398 Ribu Kendaraan, Lalin Masuk Jabotabek Naik 30,52 Persen pada Periode Libur Panjang Hari Raya Iduladha 1447H, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa sebanyak…

1 hari yang lalu