PEMERINTAHAN

Mentan Syahrul dan Pelaku Usaha Bertekad Pacu Produksi Hingga Tiga Kali Lipat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama eksportir sektor Perkebunan bertekad meningkatkan produksi dan mendorong akselerasi Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Hal ini terungkap dalam pertemuan akselerasi Gratieks komoditas perkebunan di Auditorium Gedung D Kanpus Kementan, kemarin Rabu (08/01).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam 5 tahun ke depan pihaknya akan membuka akses pasar dan meningkatkan daya saing produksi pertanian.

“Izinkan saya ikut campur di bawah Pak, teknis dari yang ditanam karena kalau bapak tidak tanam enggak mungkin bisa ekspor,” kata Syahrul.

Menurut Syahrul, eksportir harus memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan produktivitas suatu komoditas untujlk mendorong ke tiga kali lipat ekspor. Dalam hal ini, pemerintah siap menjadi partner para eksportir dalam pendekatan- pendekatan di hulu untuk melakukan pengembangan produk–produk khusus komoditas pertanian kemudian bagaimana membudidayakannya atau menjaganya sampai dengan cara pengolahan.

“Perkebunan kita punya prospek yang luar biasa apalagi kita negara tropis yang memiliki komoditas spesifik. Kalo begitu, itu kita benahi dari katakanlah dipenanamannya. Tentu saja tidak hanya dengan tangan pemerintah tapi bersama,”tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan mekanisme, sistem dan komunikasi perlu ditingkatkan untuk menjawab tantangan ekspor tiga kali lipat. Menurutnya penguatan jaringan dan fasilitas ekspor, aksistensi dan mengarah terkait capaian akan dipegang langsung oleh pemerintah. Kemudian para pengusaha dan masyarakat melakukan pengembangan penanaman dari bibit hasil penelitian litbang pertanian.

“Pemerintah tidak sendiri, harus dibantu pemikiran dari pihak lain khususnya para eksportir tetapi kita akan coba melakukan networking pada kementerian-kementerian terkait terutama kementerian luar negri untuk mencoba menanggulangi kendala ekspor,” tambah Syahrul.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono mengatakan akan menaikkan produksi 35% selama 5 tahun atau 7% pertahun. Dengan demikian, ekspor akan naik sampai 300 % sampai 2024, tenaga kerja naik 25% atau 5% pertahun kemudian PDB naik 5% pertahun dan akan membangun milenial untuk menjadi entrepreneur dengan target 525.000 orang.

“Kami juga mendapat arahan dari Pak Mentan untuk bisa menekan looses, tidak terkecuali di subsektor perkebunan dan 3 sampai 5% kemudian UMKM ini penting sekali karena kita akan dorong nanti dengan KUR,” kata Kasdi.

Ia menambahkan kebijakaan Gratieks ini ditetapkan pada hakikatnya dalam rangka memperebutkan dan memenangkan pasar ekspor dunia baik kaitannya dengan daya saing maupun akses pasarnya. Selain mengejar kuantitas tiga kali lipat juga, didorong peningkatan mutu produk, konsistensi dan kontinuitasnya.

“Bapak Ibu sekalian bisa memberikan dukungan dalam perspektif investasi yang cukup besar karena APBN nya tentu kita semua menyadari hanya sebagai stimulasi,” tuturnya.

Data BPS, 2018 menunjukkan komoditas perkebunan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 489,25 Triliun, dengan nilai ekspor mencapai 27,9 milyar USD atau Rp 402,6 Triliun. Selain itu berkontribusi sebesar 97,4% dari sisi volume terhadap total volume ekspor komoditas pertanian tahun 2018 dan berkontribusi sebesar 96,9% dari sisi nilai terhadap total nilai ekspor komoditas pertanian tahun 2018.

Disamping itu, Mardiana, eksportir kopi Lampung, menyatakan sepakat untuk lakukan tanam sehingga dapat meningkatkan ekspor. Menurutnya kondisi komoditi saat ini di Indonesia adalah keterbatasan petani dalam skill dan pengetahuan dimana para petani masih orientasi berdasarkan kebutuhan harian sedangkan saat ini pasar industry sudah sangat besar.

“Untuk meningkatkan keingintahuan dari milenial untuk jadi petani saat ini sangat susah sehingga kita bisa menengok semua program sustainability nya dari perusahaan eksportir untuk dikaitkan dengan program Gratieks ini,” pungkasnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang yang terdiri 155 orang dari pimpinan perusahaan dan eksportir, 25 orang dari Dewan Komoditas Perkebunan dan Asosiasi Pengusaha/ Eksportir perkebunan serta masing-masing eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian. Perusahaan yang hadir antara lain 26 perusahaan sawit, 13 perusahaan kopi, 10 perusahaan kakao, 12 perusahaan kelapa, 18 perusahaan karet, 18 perusahaan rempah, 7 perusahaan minyak atsiri, 2 perusahaan mete dan perusahaan komoditas perkebunan lainnya.

Recent Posts

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli: Perbedaan Adalah Kekuatan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…

39 menit yang lalu

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…

15 jam yang lalu

Sekjen Kemenag: Khairu Ummah Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Negara MABIMS

MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…

15 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…

18 jam yang lalu

UIN Jakarta Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan melalui Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…

21 jam yang lalu

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

2 hari yang lalu