Berikan Bantuan Sosial, Perempuan PKB Minta Recovery Untuk Pondok Pesantren

MONITOR, Jakarta – Pondok Pesantren Nurul Hikam menjadi salah satu tujuan kader perempuan partai kebangkitan bangsa (PKB) dalam menyalurkan bantuan sosial di daerah terdampak longsor dan banjir, di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat.

Ketua Pembina Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari tanggungjawab dan kepedulian PKB terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Setelah kemarin kami meninjau beberapa daerah di Jakarta yang juga terkena banjir, kini kami datang ke Bogor untuk memberikan bantuan serta melihat kebutuhan-kebutuhan lain yang harus diperhatikan,” kata Rustini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/1).

Tidak hanya itu, istri Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini juga mengatakan, khususnya untuk bangunan pendidikan yang terdampak bencana seperti pondok pesantren, misalnya. Imbuh dia, agar dapat menjadi prioritas pemulihan pasca bencana.

“Ke depan harus segera mendapat dilakukan recovery, terutama di pondok-pesantren ini agar kembali berdiri dan bisa melaksanakan aktivitas pendidikan lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah juga menegaskan hal senada. Erma, begitu dia disapa, menyampaikan akan terus berupaya membantu dan mencarikan solusi kebutuhan masyarakat.

“Bantuan yang kami berikan memang baru sesuai pesanan kebutuhan saat ini. Tapi dengan kebersamaan ini, kami akan sampaikan catatan-catatan untuk pemerintah agar segera dilakukan recovery secara menyeluruh,”pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir yang terjadi di awal tahun 2020 tidak hanya di ibu kota, tetapi terdampak juga di Jabotabek. Di Bogor, terdapat beberapa desa yang masih terisolir karena jalan tertutup longsor, yakni Desa Urug, Kiara Pandak, Kiara Sari, dan Cisarua.

Sementara desa yang diterjang banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya, antara lain Kampung Sinar Harapan, Kampung Banar, Kampung Congcorang, Cibuluh, dan Babakan Tajur.