Pantau Ketegangan Politik Iran-AS, SBY Ingatkan Potensi Perang Dunia

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (dok: Instagram)

MONITOR, Jakarta – Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran yang baru-baru ini terjadi menjadi sorotan dunia. Banyak kalangan khawatir, perang dunia akan terjadi jika gejolak antara kedua negara ini tidak diredam.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah satunya. Presiden keenam RI ini ikut prihatin atas gejolak yang terjadi di Iran dan AS. Ia mengamati, pasca tewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat beberapa hari lalu, reaksi dari beberapa negara sahabat Iran terus bertambah.

“Siang dan malam saya mengikuti pemberitaan media internasional. Saya ikuti aksi-aksi (dan juga reaksi) politik, sosial dan militer di banyak negara yang punya kaitan dan kepentingan dengan Timur Tengah. Utamanya yang dilakukan oleh Irak, Iran dan Amerika Serikat,” ujar SBY dalam tulisannya, Rabu (8/1).

Dalam sebuah artikel yang ditulisnya, Ketua Umum Partai Demokrat ini menyerukan warga dunia untuk menghentikan pertikaian tersebut. Ia tak memungkiri gejolak yang terus bertambah bisa memicu terjadinya perang dunia.

“Saya pribadi termasuk orang yang tak mudah percaya bahwa krisis di Timur Tengah saat ini bakal menjurus ke sebuah perang besar. Apalagi perang dunia. Namun, saya punya hak untuk cemas dan sekaligus menyerukan kepada para pemimpin dunia agar tidak abstain, dan tidak melakukan pembiaran,” tegasnya.

Ia mengatakan, terlalu berbahaya jika nasib dunia, utamanya nasib 600 ratus juta lebih yang hidup dan tinggal di kawasan itu, hanya diserahkan kepada para politisi dan para jenderal Amerika Serikat, Iran dan Irak.

Bahkan, dikatakan SBY, situasi Timur Tengah atau dunia akan bernasib buruk jika para politisi, diplomat dan jenderal di negara-negara itu melakukan kesalahan yang besar.