BUMN

Saham Telkom Masuk Tiga Besar ‘Big Cap’ di 2019

MONITOR, Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjadi pemilik kapitalisasi pasar terbesar untuk perusahaan telekomunikasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2019. Bahkan, operator pelat merah ini berhasil masuk tiga besar dalam papan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar (Big Cap) sepanjang 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip data RTI Business, emiten dengan kode saham TLKM itu menutup 2019 dengan kapitalisasi pasar Rp393,28 triliun. Per 30 Desember 2019, nilai saham TLKM sebesar Rp3970 per lembar.

Data bursa mencatat terdapat 13 saham dengan kapitalisasi pasar paling besar yang bobotnya mencapai 51,75% terhadap market cap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Artinya saham-saham tersebut pergerakan harganya cukup signifikan mempengaruhi IHSG karena bobotnya yang besar.

Sepanjang tahun 2019, IHSG mengalami kenaikan 105 poin atau 1,7% ke level 6.299 dengan kapitalisasi Rp 7.265 triliun. Kenaikan tersebut utamanya dimotori saham-saham dengan market cap besar yang performa harga sahamnya meningkat.

Posisi pertama  market cap saham paling besar tahun 2019 ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi Rp 824,09 triliun, di tempat kedua ialah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi Rp 542,72 triliun. Telkom berada di posisi ketiga.

Menjelang akhir tahun 2019 data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif, hal tersebut dapat dilihat pada IHSG yang mengalami peningkatan sebesar 0,72% menjadi 6,329.314 pada akhir pekan kemarin dari 6,284.372 pada penutupan pekan sebelumnya.

BEI juga menyebutkan, nilai kapitalisasi sepekan kemarin telah mencapai Rp7.299,283 triliun dengan mengalami peningkatan serupa dengan IHSG sebesar 0,72% dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp7.246,949 triliun.

Kemudian untuk data rata-rata nilai transaksi mengalami pelemahan sebesar 9,60% menjadi Rp8,591 triliun dari Rp9,504 triliun pada penutupan pekan lalu. Sedangkan untuk data rata-rata volume transaksi mengalami terkoreksi sebesar 14,66% menjadi 13.081 miliar unit saham dari 15,328 miliar unit saham selama pekan lalu dan untuk data rata-rata frekuensi transaksi juga mengalami penurunan sebesar 18,23% menjadi sebanyak 405,205 kali transaksi dari 495,538 ribu kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.

Sementara untuk kinerja dari emiten telekomunikasi lainnya sepanjang 2019 terlihat PT XL Axiata Tbk (XL) menguntit Telkom di klaster Halo-halo dengan kapitalisasi pasar Rp33,67 triliun berkat harga saham Rp3.150 per lembar.

Berikutnya PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dengan kapitalisasi pasar Rp30,08 triliun, dan Indosat (Rp15,81 triliun).Market Capitalization atau kapitalisasi pasar adalah nilai pasar yang diberikan kepada perusahaan yang didapatkan dari hasil kali harga saham per lembar dengan jumlah saham yang ada di perusahaan.

Recent Posts

Groundbreaking Hilirisasi Ayam di Enam Titik, Perkuat Pasokan Protein Nasional

MONITOR, Malang - Pemerintah melalui Danantara melaksanakan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, dengan Kabupaten Malang,…

5 jam yang lalu

Kementerian, TNI, dan Polri Kumpul Bahas Penguatan Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Sejumlah kementerian dan lembaga negara hari ini, Kamis (5/2/2026), berkumpul di Jakarta…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Wajibkan Petugas Haji Isi Penilaian Kinerja Harian

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pengawasan melekat terhadap petugas haji dalam…

15 jam yang lalu

Koalisi Sipil Kecam Komitmen Rp16,7 T ke Board of Peace: Pemborosan Serius dan Tidak Masuk Akal

MONITOR, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) dan membawa…

15 jam yang lalu

Izzuddin Syarif Siap Nahkodai GP Ansor Lumajang

MONITOR, Lumajang - Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang kian…

17 jam yang lalu

Karbon Biru jadi Kunci Indonesia Emas, Prof. Rokhmin: Terancam Gagal Tanpa Tata Kelola Kuat

MONITOR, Jakarta - Potensi karbon biru (blue carbon) Indonesia dinilai sebagai salah satu aset strategis…

17 jam yang lalu