HANKAM

Konflik Laut Natuna Memanas, Prabowo Pilih Jalur Damai

MONITOR, Jakarta – Konflik pelanggaran batas wilayah dalam Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia oleh kapal China semakin memanas. Terbaru Menteri bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) mengumpulkan Panglima TNI dan Perwakilan Lembaga Terkait untuk membahas masalah tersebut, tak terkecuali Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Menyikapi sengketa ini, Prabowo rupanya memilih upaya damai melalui jalur diplomasi. Pihaknya akan menyiapkan upaya damai dengan menggunakan prinsip pertahanan yakni defensif.

Hal itu mengemuka dari pengakuan Jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak. “Maka, penyelesaian masalah selalu mengedepankan upaya kedua prinsip diatas. Maka langkah-langkah damai harus selalu diprioritaskan,” kata Dahnil Anzar, dalam keterangannya, Sabtu (4/1).

Bukan tanpa alasan. Kata Dahnil, Prabowo memilih sikap tersebut bukan berarti tidak akan tegas dan inferior terhadap China.

“Langkah damai bukan berarti tidak bersikap tegas dan inferior. Langkah damai yang dipilih tentu adalah jalur diplomasi,” jelasnya.

Secara resmi, kata Dahnil, Prabowo menyepakati langkah damai yang sedang dibahas dan disampaikan kepada publik pada Jumat, 3 Januari 2019 kemarin di Kemenkopolhukam. Namun, dukungan tersebut dengan mengakomodir empat hal, diantaranya sepakat bahwa RRT telah melanggar ZEEI, dan Indonesia menolak klaim RRT terkait traditional fishing ground yang tidak memiliki landasan hukum.

Kedua, Menhan juga menolak klaim atas penguasaan Laut Natuna Utara atas dasar Nine Dash Line. Ketiga, Kemhan akan melakukan operasi di Laut Natuna oleh TNI secara intensif. Keempat, meningkatkan kegiatan ekonomi disekitar wilayah ZEEI atau laut Natuna.

“Jadi keempat sikap dan langkah ini adalah cara-cara damai untuk tetap mempertahankan hak kedaulatan kita sebagai Bangsa dan negara,” tegas Dahnil.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

4 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

4 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

10 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

2 hari yang lalu