Waketum MUI Yunahar Ilyas Wafat, Asrorun Niam: Beliau Sosok Alim Nan Bersahaja

Waketum MUI Buya Yunahar Ilyas

MONITOR, Jakarta – Kabar duka tengah menyelimuti keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tokoh ulama sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc, MA menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, 2 Januari 2020 di RS Sarjito pukul 23.45 WIB.

Duka mendalam pun diungkapkan Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh. Ia mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Ketua PP Muhammadiyah itu.

“Kami sekeluarga turut berduka dan merasa sangat kehilangan atas wafatnya Buya Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA. teriring doa semoga husnul khatimah; diterima seluruh amal ibadahnya; diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan dlm surga-Nya. Semoga keluarga yg ditinggalkan mendapat kekuatan dan kesabaran. Amin Ya Mujibas sailin,” ujar Asrorun Niam, dalam keterangannya, Jumat (3/1).

Widget Situasi Terkini COVID-19

Semasa hidupnya, Niam mengaku dirinya cukup mengenal Yunahar sebagai sosok yang alim, selalu mengayomi umat dan sangat akrab dengan berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, ia mengagumi konsistensi Yunahar dalam berpikir, bertutur kata serta bertindak.

“Beliau (Yunahar) adalah sosok yang alim, bersahaja, konsisten dalam berpikir, bertutur kata, dan bertindak. Beliau sangat akrab dengan semua kalangan, sosok pengayom dan tokoh umat dan bangsa,” kenang Niam.

Bagi Niam, sosok Yunahar adalah pribadi yang baik, santun dan sangat ramah. Ia juga mengenalnya sebagai sosok yang menguasai ilmu keagamaan yang tinggi.

“Saya kenal beliau sebagai sosok yang santun, ramah, menguasai ilmu keagamaan yang tinggi, namun ramah dan rendah hati. Saya kenal beliau orang baik,” tandasnya.