Demokrat Sentil Jokowi dan Anies soal Bencana Banjir, Harus Kompak!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Presiden RI Joko Widodo (kanan)

MONITOR, Jakarta – Debat kusir yang dilontarkan politisi Tanah Air terkait banjir di Jabodetabek mengusik publik. Terlebih ditengah musibah ini, pejabat negara justru saling serang menyerang terkait konsep penanganan banjir dan terus menyalahkan satu dengan lainnya.

Politisi Demokrat Jansen Sitindaon pun gerah. Ia mengatakan, tak seharusnya pejabat negara memperdebatkan konsep penanganan banjir. Menurutnya, pemerintah harus sigap dan segera melakukan upaya terbaik untuk mengatasi persoalan banjir.

“Saya bukan ahli sungai. Tak ngerti mana yang lebih tepat normalisasi atau naturalisasi. Ketimbang berdebat, mana yang bisa dikerjakan cepat itu sajalah lakukan! Tak penting warnanya kucing, penting bisa nangkap tikus. Mau pakai konsep manapun penting tak lagi banjir. Itu suara kami!” kata Jansen Sitindaon, dalam cuitannya di laman Twitter, Jumat (3/1).

Senada dengan Jansen, politisi Demokrat Andi Arief pun menyayangkan perbedaan pandangan antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dimana, Anies menolak analisa Jokowi terkait penyebab banjir Jakarta yang disebabkan sampah.

“Apakah kepala daerah boleh melawan kepala negara? Seharusnya tidak,” kata Andi Arief.

Andi mengingatkan, dulu semasa SBY menjadi Presiden RI, Jokowi yang masih menjabat Walikota Solo juga pernah berseteru pandangan dengan SBY. Tampaknya, hal ini terulang kembali dengan Jokowi dan Anies.

“Pak Anies melawan kesimpulan Pak Jokowi soal sampah penyebab banjir. Dulu, Pak Jokowi walikota sempat melawan Pak SBY soal penyaluran BLT,” ujarnya lagi.

“Sebaiknya pemerintah kompak, kita akhiri semua hal buruk yang pernah ada,” tandasnya mengingatkan.