Gerindra Marah, Anies Kerap Dikritik DPRD Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019)

MONITOR, Jakarta – Sebagai partai pendukung Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat Pilkada Jakarta, Gerindra rupanya geram ketika Anies kerap dikritik sejumlah Fraksi di DPRD DKI Jakarta.

“Kalau mau tahu, Anies itu adalah anak kandung Partai Gerindra. Jadi wajar kalau kami di Partai Gerindra marah kalau Anies sering dikritik oleh sejumlah fraksi di DPRD DKI, apalagi kalau kritikan itu ngawur,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Syarif.

Bahkan Syarif pun terang-terangan menyebut orang yang kerap mengkritik Anies adalah orang-orang yang tidak cerdas.

“Ya, saya katakan fraksi di DPRD DKI yang kerap mengkritik Anies mereka adalah orang-orang yang tidak cerdas,” tegas Syarif.

Lantas kritikan apa kepada Anies yang membuat Gerindra marah?

“Banyak, salah satunya adalah soal anggaran lem Aibon. Nah soal anggaran lem Aibon ini membuktikan bahwa orang pengkritik Anies tak cerdas. Sebab anggaran belum dibahas sudah rame ngomong kesana kesini. Ini bukti ketidakcerdasan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, publik dibuat gaduh karena sejumlah anggaran Pemprov DKI dianggap janggal. Anggaran-anggaran tersebut tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Anggaran yang dianggap janggal itu di antaranya pengadaan pulpen hingga lem Aibon untuk sekolah-sekolah di Jakarta. Anggaran pengadaan pulpen mencapai Rp 123,8 miliar. Sementara pengadaan lem Aibon dianggarkan Rp 82 miliar.