Bamus Betawi Tak Dapat Dana Hibah, Haji Lulung: Anggaran DKI Defisit

Politikus Abraham Lunggana alias Haji Lulung

MONITOR, Jakarta – Polemik Bamus Betawi tak mendapatkan kucuran dana hibah Rp 6 miliar di APBD 2020 jadi perhatian masyarakat Betawi. Ketua Bamus Betawi Lulung Lunggana alias Haji Lulung pun blak-blakan bicara kenapa anggaran Bamus Betawi tak dianggarkan dalam APBD 2020.

“Karena anggaran DKI defisit, waktu itu saya bertemu dengan Pak Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta dan Pak Saefullah sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) meminta anggaran untuk Bamus Betawi tidak perlu dianggarkan karena Bamus Betawi harus belajar mandiri,” ungkap Haji Lulung kepada MONITOR, Jumat (27/12).

Dengan demikian ditegaskan Haji Lulung, tidak benar kalau ada orang yang mengatakan Bamus Betawi tak mendapat dana hibah karena kesalahan Anies dan jajarannya.

“Keliru kalau ada orang menyalahkan Pak Anies soal Bamus Betawi tak dapat dana hibah. Justru disaat anggaran DKI defisit Bamus Betawi harus bisa mandiri. Dengan demikian tidak ada lagi orang-orang yang mengaku Bamus Betawi bawa-bawa proposal ke Pemprov DKI,” terangnya.

Oleh karenanya sebagai ketua Bamus Betawi, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk membiayai semua kegiatan Bamus Betawi yang dipimpinnya.

“Saya siapkan anggaran Rp 10 miliar untuk mendukung semua program ke Betawian. Dan ini menjadi bukti bahwa Bamus Betawi bisa mandiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta terlibat perdebatan alot dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait anggaran untuk Bamus Betawi. Anggaran sebesar Rp 6 miliar itu dimunculkan Pemprov DKI Jakarta saat adanya rapat pembahasan RAPBD yang merupakan hasil evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.