LRT Jakarta Sepi Penumpang, Gerindra: Terbukti jadi Proyek Mubazir

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik (dok: Asep/ Monitor)

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, terus menerus menyoal keberadaan proyek LRT Jakarta. Kali ini yang disoroti Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta ini, terkait sepinya penumpang LRT dengan rute Kelapa Gading-Rawamangun Velodrome tersebut.

“Terbukti kan kalau LRT rute Kelapa Gading-Rawamangun Velodrome sepi penumpang. Dari awal saya sudah bilang LRT ini proyek mubazir,” tegas Taufik kepada MONITOR.

Oleh karenanya, Menurut Taufik, LRT yang dibangun memakai uang APBD sebesar Rp 6 triliun tersebut patut dievaluasi secara menyeluruh.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Saya kira Komisi B, harus mengevaluasi keberadaan LRT ini. Karana ada uang rakyat yang dipakai untuk membangun, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan tidak mubazir seperti kondisi saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan, pihaknya melalui Komisi B yang membidangi soal transportasi berencana memanggil manajemen LRT.

“Kami akan panggil untuk menanyakan masalah ini. Kalau memang ada persoalan, maka harus ada yang bertanggungjawab,” tegasnya.

Seperti diketahui, LRT Kelapa Gading-Rawamangun telah beroperasi secara komersil. Namun hampir seluruh stasiun moda transportasi LRT Jakarta masih tercatat sepi penumpang.

Dari total 6 stasiun yang ada, 4 di antaranya masih sepi penumpang atau distribusi jumlah pelanggannya tak sampai 10% dari total sebaran penumpang di seluruh stasiun yang sebanyak 74.187 hingga 17 Desember 2019 kemarin.

Keempat stasiun itu adalah stasiun LRT Equestrian yang jumlah penumpangnya baru mencapai 4,5%, stasiun LRT Pulomas baru menyerap 6,5% penumpang, stasiun LRT Pengangsaan Dua 7,5% penumpang, dan stasiun LRT Boulevard Selatan 8,1% penumpang.