Haddad Alwi Dicap Syiah saat Shalawat, Begini Pembelaan PSI

Politikus PSI Muhammad Guntur Romli

MONITOR, Jakarta – Tindakan persekusi terhadap penyanyi religi, Haddad Alwi, beberapa waktu lalu saat memimpin shalawatan ditanggapi Politisi PSI, Mohamad Guntur Romli.

Politisi yang beken disapa Gun Romli ini mencermati shalawat yang dilantunkan Haddad Alwi di acara haul ke-9 Abdullah bin Zein Alatas di Sukabumi, Jawa Barat, bukanlah shalawat khas Syiah.

Dimana, awal mula Haddad Alwi diusir oleh jamaah haul lantaran dicap menunjukkan simbol Syi’ah yakni mengangkat satu tangan saat bershalawat.

Gun Romli menilai, shalawat yang dilantunkan Haddad Alwi masih sesuai standar Sunni.

“Menurut saya shalawat yang dilantunkan oleh Habib Haddad Alwi Assegaf saat ia dipersekusi di acara Haul di Sukabumi sesuai standar Sunni bukan Syiah,” ujar Gun Romli, Senin (23/12).

“Menuduh dia bawa-bawa tanda-tanda Syiah merupakan tuduhan yang bodoh,” tandasnya lagi.

Diketahui, Haddad Alwi sebelumnya dituduh menganut Syiah oleh sekelompok orang yang mendekati panggung acara. Saat itu, Pengurus DPP Forum Pembela Islam (FPI), Slamet Ma’arif, mengatakan gerakan mengangkat satu tangan yang dilakukan Haddad Alwi saat berselawat adalah simbol Syiah.

Haddad Alwi yang sempat bersitegang dengan peserta haul yang memaksanya turun dari panggung. Haddad Alwi kemudian memutuskan untuk turun dan menutup acara selawatan dengan salam.