Refleksi Diri, MPR: Perayaan Natal Harus Jadi Momen Bagi yang Merayakan

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa peringatan Hari Natal pada 25 Desember nanti harus menjadi momentum refleksi diri.

Tidak perlu, sambung dia, merujuk siapa menunjuk siapa tetapi urgen untuk merajut kembali semua yang terkoyak oleh politik identitas yang terjadi beberapa waktu kemarin. Yakni, dengan kembali kepada tatanan kebersamaan yang plural.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Rerie itu, Natal 2019 saatnya merangkul saudara-saudara sesama anak bangsa yang merayakannya, agar dapat menjalankan Ibadah dengan damai. 

“Menjadi tanggung jawab kita bersama menjaga perdamaian, kenyamanan, dan harmoni,” kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (22/12).

Bahkan, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut percaya bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah semangat yang mampu menyatukan perbedaan. Sebab itulah, bangsa Idonesia sangat kaya dengan keberagaman seperti suku, bahasa dan agama. 

“Sebagai bagian dari kekayaan itu, kita berkewajiban untuk menjaga kekayaan itu,” tegasnya.

Sehingga penodaan terhadap aset bangsa, lanjutnya, adalah tangisan kesedihan bagi semua. Rerie tidak ingin Ibu Pertiwi menangis dan bersusah hati berkepanjangan.

“Budaya lokal adalah bagian dari kekayaan yang kita miliki, namun dalam konteks kebangsaan, budaya lokal tidak boleh menihilkan kekayaan dan kebersamaan di antara kita,” tandasnya.