Jumlah Pelancong Muslim ke Ibukota Diprediksi Meningkat, Pemprov DKI Bikin Wisata Halal

Kepala Seksi Pengembangan Produk Bidang Infobang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Gun Gun Mujiantara, saat menjadi pembicara diskusi "Mendukung Penerapan Destinasi Wisata Halal"

MONITOR, Jakarta – Kunjungan wisatawan Muslim ke Ibukota diprediksi akan terus mengalami peningkatan. Oleh karenanya, Pemprov DKI sedang menggodok wisata halal. Untuk merealisasikan wisata halal ini, Pemprov DKI sedang menggodok Peraturan Gubernur (Pergub) tentang wisata halal tersebut.

Pergub tersebut akan menjadi payung hukum penerapan wisata halal di Ibu Kota. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pengembangan Produk Bidang Infobang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Gun Gun Mujiantara, saat menjadi pembicara Media Gathering Wartawan Balaikota DPRD DKI Jakarta dengan tema “Mendukung Penerapan Destinasi Wisata Halal” 2020 di Grand Cempaka, Cipayung, Bogor, Jumat-Sabtu (21-22 Desember 2019).

Gun Gun beralasan, konsep wisata halal akan dikembangkan karena berpotensi ke depannya. Sebab, jumlah wisatawan muslim akan terus mengalami peningkatan.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Saat ini sudah memasuki fase global mainstream market, bukan sekadar niche market. Di mana pertumbuhan market wisatawan muslim diperkirakan meningkat menjadi Rp300 miliar dollar Amerika Serikat di tahun 2026,” ujarnya.

“Jumlah wisatawan muslim di dunia pada tahun 2020 diproyeksikan akan mencapai 158 juta orang dengan pertumbuhan enam persen pertahun,” sambungnya.

Gun Gun menuturkan, DKI akan menjadi salah satu pillar dengan target satu juta wisatawan muslim dari mancanegara di tahun 2019.

“DKI Jakarta banyak memiliki tempat-tempat wisata yang berpotensi dikembangkan menjada wisata halal.

Sembilan destinasi wisata unggulan yakni, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kepulauan Seribu, Kota Tua, Situ Babakan, Sarinah, Thamrin City, Jalan Raden Saleh, dan Senayan,” ucap Gun Gun.

Ia menambahkan, perlu kerja keras untuk mewujudkan target pengembangan wisata halal.

“Masih banyak memang yang perlu kita kerjakan, saat ini baru satu hotel berbintang yang tersertifikasi halal. Kemudian, dari lebih empat ribu restoran baru 500 yang tersertifikasi halal,” ucapnya.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Marketing PT Jakarta Tourisindo, Sarina Maharani menuturkan, potensi wisata halal, sangat besar sekali. Untuk itu, PT Jaktour terus berkomitmen untuk menggarap secara serius sektor wisata halal.

“Kita sudah mulai dari Hotel Al Hijra Cempaka Putih. Sarana dan prasarana untuk mendukung ibadah tamu-tamu yang beragama Islam kami sediakan. Ke depan kami juga akan membangun masjid yang ikonik di Grand Cempaka Business Hotel,” katanya.

Sementara tujuh unit usaha PT Jaktour yakni, Hotel Grand Cempaka Bussines, Grand Cempaka Resort, d’Arcici Sunter, d’Arcici Plumpang, Al Hijra Cempaka Putih, c’One Cempaka Putih, c’One Pulomas dan d’Arcici Sport saat ini dalam proses mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Mudah-mudahan tahun depan seluruh hotel kami sudah mendapatkan sertifikasi halal. Prinsipnya, kami memastikan seluruh suplier dan vendor yang berkerja sama dengan PT Jaktour telah memiliki sertifikasi halal,” katanya.

Wakil General Grand Cempaka Resort, Uray Mauritzio menambahkan, unit usaha yang dikelolanya cukup banyak diminati untuk penyelenggaraan manasik haji.

Terlebih, di Grand Cempaka Resort juga ada kegiatan Quran Camp. “Kami memastikan hotel milik Badan Usaha Milik Daerah DKI di kawasan Puncak ini sangat ramah dan mendukung wisata halal,” pungkasnya.