Minggu, 14 Juli, 2024

Kontroversi Uighur, KNPI: Jangan Termakan Hoaks, Harus Tabayyun

MONITOR, Jakarta – Polemik tentang dugaan penindasan terhadap muslim etnis Uighur menjadi satu isu yang terus menjadi bahan perbincangan berbagai pihak. Belum diketahui kebenarannya yang pasti karena muncul beragam wacana yang berbeda. 

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) turut menyoroti terkait isu kemanusian ini.  Sekretaris Jenderal KNPI, Addin Jauharuddin menilai bahwa masalah Uighur merupakan masalah domestik China yang isunya menyebar kemana-mana sehingga perlu diluruskan. Ia berharap agar masyarakat lebih selektif dalam melihat berita mengenai Uighur.

“Kira-kira isu ini tentu bisa berdampak kemana-mana kalau tidak dicerna dengan baik, apalagi medsos di Indonesia sudah sangat liar memberitakannya. Kita percaya bahwa memang ini sebenarnya masalah dalam negeri China,” ujarnya dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2019 KNPI dengan tema ‘Antara Pelanggaran Versus Separatisme’, di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (19/12)

Tak hanya itu, Addin juga menjelaskan, China saat ini sedang mengalami situasi dimana pemerintahnya mendapat protes dari beberapa kelompok yang tidak pro terhadap pemerintah.

- Advertisement -

“Nampaknya memang ini sebenarnya bukan isu agama tapi lebih terkait soal aksi-aksi terorisme dan radikalisme yang berkembang disana,” ujarnya.

Konflik Uighur yang terjadi saat ini masih dalam tanda tanya besar. Pasalnya, belum banyak yang mengetahui asal muasal konflik itu bisa terjadi. “Apakah ini pelanggaran HAM ataukah ada gerakan separatisme disana, sehingga pemerintah China harus melakukan tindakan-tindakan yang dilakukan,” katanya.

Untuk memperjelas masalah Uighur, lanjut Addin, KNPI ingin memberikan informasi yang berimbang dengan cara mengadakan diskusi seperti sekarang.

Ketua Bidang Keagamaan DPP KNPI menambahkan bahwa isu konflik di Uighur saat ini sudah menjadi komoditas politik keagamaan di Indonesia.

“Banyak tuntutan dari sebagian kelompok Islam di Indonesia bahwa pemerintah harus bersuara terkait Uighur. Namun disisi lain beranggapan bahwa yang terjadi adalah persoalan sparatisme dan radikalisme dalam negeri China disana,” ungkap Ogie Sugiyono.

Bila dibutuhkan KNPI akan mengirim utusan untuk melihat bagaimana sebenarnya terjadi di Uighur China

“Kita akan berkomunikasi dengan teman-teman pemuda China dan menjalin diplomasi dengan Duta Besar China di Indonesia untuk tabayun sebenarnya apa yang terjadi di Uighur. Hal ini penting untuk meluruskan pemberitaan di media sosial jangan sampai anak-anak muda termakan hoax yang sengaja diciptakan oleh pihak2 yang ingin memperkeruh Indonesia dengan mengkaitkan isu agama,” pungkas alumnus UI tersebut.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER