Cabut Penghargaan Colosseum, Anies Dikritik Habis-habisan Pengusaha Hiburan Jakarta

Diskotek Colosseum di Jakarta (dok; net)

MONITOR, Jakarta – Kebijakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan menganulir penghargaan kepada Diskotik Colosseum rupanya mengundang reaksi dari Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija).

Kepala Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija), Hana Suryani, mengkritik sikap Pemprov DKI Jakarta yang mencabut penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk diskotek Colosseum kategori Rekreasi dan Hiburan-Klab.

Hana menyebut, Pemprov dianggap lebih memihak tekanan beberapa kelompok, ketimbang fakta di lapangan.

“Pemprov DKI merangkul dan memberikan pembinaan terhadap tempat hiburan malam terkait temuan peredaran narkoba di dalam diskotek. Sama-sama cari solusi, bagaimana diskotek-diskotek ini tidak dilepas, tapi dirangkul oleh Pemprov,” kata Hana dihubungi, wartawan.

Menurut Hana, dengan melakukan pembinaan, terhadap diskotek bisa menjadikan industri hiburan malam minim tindakan kejahatan. Apalagi, Colosseum merupakan salah satu tempat hiburan malam yang sudah memiliki legalitas.

“Industri hiburan jangan selalu ditunjuk-tunjuk, jangan selalu dijauhi, justru ini harus jadi upaya Pemprov dan Gubernur untuk merangkul bagaimana membina, diarahkan disentuh dengan demikian tempat hiburan tidak lagi dipersepsikan negatif,” terangnya.

Diketahui, Pemprov DKI akhirnya membatalkan pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotik Colosseum. Namun sayangnya, alasan pembatalan tersebut tidak dijelaskan secara rinci.

Melalui Sekertaeriat Daerah (Sekda) Saefullah, menyampaikan arahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk langsung memerintahkan inspektorat agar melakukan pemeriksaan kepada jajaran yang terlibat dalam proses penilaian.